Categories BudayaHinduSatyagraha

REKOMENDASI WEDAKARNA BERHASIL WUJUDKAN CITA – CITA WARGA TAMPAKSIRING

Satyagraha – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Prajuru Adat Disambut Warga Tampaksiring Saat Meninjau Gamelan Bantuan Pusat Di Pura Gunung Kawi Tampaksiring

DPD RI PERIKSA BANTUAN GAMELAN DI PURA GUNUNG KAWI

Sebuah pura Khayangan Jagat selayaknya memiliki fasilitas yang baik, serta mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan baik. Namun harapan sejumlah umat Hindu di Bali tidak selamanya sama dengan selera pemerintah, salah satunya contoh di Pura Gunung Kawi, Tampaksiring Gianyar. Bagaimana mungkin Pura Gunung Kawi yang merupakan perabuan dari Raja Udayana bisa tidak memiliki seperangkat Gamelan selayaknya sebagai pura  besar lainnya. Itulah yang menjadi perhatian sosok tokoh Hindu Indonesia Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Suyasa III yang juga Senator DPD RI asal Bali. Berkat perjuangannya mengawal aspirasi masyarakat Tampaksiring, akhirnya Gusti Wedakarna berhasil mengawal pengajuan seperangkat Gamelan Gong di Pura Gunung Kawi dari pemerintah pusat. Dan harapan agar pemerintah pusat atau pemerintah Bali dan Kabupaten / Kota memperhatikan fasilitas umat Hindu disampaikan oleh Gusti Wedakarna disela – sela meninjau seperangkat Gamelan saat odalan di Pura Gunung Kawi Tampaksiring. “ Jujur saya kecewa dengan pemerintah di Bali dan Kabupaten / Kota, mereka tidak memiliki data base tentang pura – pura besar yang baik. Mana pura yang kurang fasilitasnya, mana yang perlu di bantu dengan cepat. Pura Gunung Kawi ini sebagai contoh bagaimana pura besar tempat Raja Udayana diperabukan tapi tidak memiliki seperangkat Gong sejak Indonesia merdeka. Padahal nama Udayana sudah di pakai sebagai nama universitas atau nama Kodam IX di wilayah Nusa Tenggara yang sudah memiliki sejarah hebat. Kedepan pura – pura besar yang berpengaruh bagi Bali apalagi republik ini harus diperhatikan. Ibaratnya secara sekala umat manusia sudah diberkati dengan baik masak untuk stana beliau tidak diperhatikan.”ungkap Gusti Wedakarna. Pihak DPD RI tidak lupa mengucapkan terimakasih atas bantuan Presiden RI melalui Kementerian Agama RI yang sudah membantu realisasi bantuan seperangkat Gong kepada Pura Gunung. ” Sebenarnya anggaran pengadaan gong ini sempat hilang pada tahun 2015 akibat berkurangnya APBN, tapi berkat pengawalan DPD dan bantuan Menteri Agama RI serta Dirjen Bimas Hindu, akhirnya bisa terealisasi juga. Tiang senang sekali akhirnya pura leluhur Raja Udayana bisa lengkap mangkin. Terimakasih juga presiden Jokowi. ” Ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring. Iapun mengingatkan setiap pemimpin Bali termasuk anak – anak muda agar mengingat terus keberadaan Pura Gunung Kawi sebagai cikal bakal Majapahit. ” Anak muda Bali harus paham bahwa Raja Udayana dan Ratu Mahendradatta adalah simbol penyatuan Bali dan Jawa yang melahirkan Raja Airlangga yang merupakan leluhur Majapahit. Jadi kenapa Bung Karno mendirikan Istana Kepresidenan di Tampaksiring ? Kenapa Bung Karno mendapatkan tongkat – tongkat komando di Gunung Kawi dan kenapa Bung Karno sering melukat di DAS Tukad Pakerisan sampai Badan UNESCO memberi gelar warisan budaya dunia ? Itu tentu bukan sebuah kebetulan. Jadi kedepan jangan sampai umat melupakan Pura Gunung Kawi. Jangankan Bung Karno, Mantan Presiden AS saja beberapa waktu lalu ke Bali justru mau bersusah payah datang ke Pura Gunung Kawi, lalu kenapa kita yang mengaku warih malah tidak menjaga ? ngiring mulat sarira “pungkas Gusti Wedakarna yang mantan rektor Universitas Mahendradatta ini.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *