Categories Internasional

BERTEMU MENLU SINGAPORE, WEDAKARNA MINTA PERLINDUNGAN WARGA BALI

INTERNASIONALISME – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Maliki Osman ( Menteri Luar Negeri Singapura ) di Kantor Kemenlu Republik Singapura

50 TAHUN HUBUNGAN DIPLOMATIK INDONESIA DAN SINGAPURA

Tidak lama setelah Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dalam rangka peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Singapura, kini giliran DPD RI sebagai lembaga tinggi negara hadir di Singapura terkait dengan sejumlah RUU yang menjadi bahasan dan inisiatif DPD RI, salah satunya RUU Ketahanan Keluarga disamping Bali mencari masukan untuk RUU Perlindungan Umat Beragama, Amandemen UU Terorisme dan persiapan pertemuan tingkat tinggi IMF – World Bank Conference di Bali pada tahun 2018. Kehadiran Senator Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam kunjungan hampir satu minggu ini pun membawa misi khusus untuk Bali, terutama menyangkut keselamatan dari warga Bali yang kini bermukim di Singapura. Hal ini disampaikan oleh Gusti Wedakarna, saat bertemu dengan Maliki Osman ( Menteri Luar Negeri Republik Singapura ) di Kantor Kementerian di Singapura.  “ Selain membahas sejumlah RUU, saya juga mengingatkan kedua bangsa bahwa hubungan mutualis antara Indonesia dan Singapura adalah mutlak. Ada 200.000 jiwa WNI ada di Singapura dan ada banyak warga Bali yang sedang bekerja, kuliah, training di Singapura, dan tentu kita meminta agar pemerintah Singapura bisa memperlakukan WNI dengan baik, melindungi dengan sistem yang dan begitu juga sebaliknya Indonesia juga melakukan hal yang sama. Banyak hal tadi yang kita sampaikan “ ungkap Senator Arya Wedakarna ( AWK ). Terkait dengan 50 Tahun Peringatan Hubungan Diplomatik Indonesia dan Singapura yang jatuh pada tahun 2017, pihak DPD RI berharap ini menjadi sebuah bukti bahwa hubungan diplomasi adalah jalan terbaik untuk menuntaskan masalah sebuah bangsa. “ Kita akui hubungan Indonesia dan Singapura banyak mengalami pasang surut. Tapi sesuai dengan kebijakan politik Indonesia yang digagas oleh Bung Karno dan juga tertera dalam konstitusi bahwa politik bebas aktif dan mengutamakan perdamaian dunia adalah visi internasionalisme Indonesia. Saya yakin kedepan diperlukan para diplomat muda bangsa yang cerdas untuk mewujudkan hal ini. “ ungkap Gusti Wedakarna. Mengakhiri kunjungannya di Singapura, Wedakarna berharap agar semakin banyak anak muda Bali yang bersekolah di Singapura karena standar pendidikan di Singapura bisa disejajarkan dengan negara barat. “ Jika mampu dan mau, saya himbau harus semakin banyak anak muda Indonesia yang kuliah di Singapura. Putra mantan Presiden SBY dan Presiden Joko Widodo juga menjadi contoh baik dengan menjadi alumni Singapura. Saya mendorong lebih banyak anak muda kita belajar. Dengan sekolah diluar Bali, maka menjadikan generasi muda bangsa lebih terbuka dan lebih cerdas. “ ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *