Categories Nasional

ARYA WEDAKARNA DUKUNG REKOMENDASI DPRD BALI TERKAIT PENCABUTAN SKORSING

DAMAI – Senator Arya Wedakarna, Ketua KONI Bali, Kadis Pemuda Dan Olah Raga, Ketua TI Bali, Atlet Yang Terkena Skorsing usai acara RDP DPD RI di Denpasar

KOMITE III BIDANG OLAH RAGA SELESAIKAN KASUS PEMECATAN ATLET

Terkait dengan aspirasi dari sejumlah atlet Taekwondo kepada Komite III DPD RI Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya turun tangan memberi solusi dalam penyelesaian masalah skorsing terhadap 7 orang atlet Taekwondo yang dilakukan oleh organisasi Taekwondo Indonesia ( TI ). Didampingi Drs. Ketut Ngurah Boy Jayawibawa ( Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Prov Bali ), Ketut Suwandi ( Ketua KONI Bali ) acara Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) yang digelar di Kantor Disdikpora Bali itu menghadirkan pengurus TI Bali dan Kabupaten / Kota, KONI Kabupaten / Kota, Koordinator SORAK Anak Indonesia ( I Made Somya Putra, SH,MH )  serta perwakilan atlet yang merasa keberatan atas skorsing. Dalam pertemuan itu, pihak DPD RI memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangannya terhadap masalah yang sudah lama terjadi namun tanpa ada penyelesaian yang konkrit. “Jujur saya kecewa dengan semua pihak yang berkaitan dengan masalah ini. Seharusnya masalah ini bisa selesai ditingkatan daerah, tapi masalah ini sudah sampai masuk ke meja saya di Senayan Jakarta dan mau tidak mau saya harus menyelesaikan hal ini karena sudah menyangkut nama baik Bali. Saya sudah paham masalahnya apa, dan yang perlu diperbaiki adalah masalah komunikasi. Disatu sisi kedaulatan TI sebagai induk organisasi resmi Taekwondo harus dihormati, disatu sisi hak – hak dari para atlet yang sebagian besar anak muda ( pelajar dan mahasiswa )  juga harus dihormati. Saya liat ada banyak kejanggalan dalam proses pengeluaran skorsing, dan tadi sudah saya beri nasihat. Disatu sisi, usaha dari atlet untuk menuntut haknya juga perlu dihargai, termasuk hasil audiensi mereka di DPRD Provinsi Bali. Prinsip saya mendukung Rekomendasi DPRD Bali Nomer : 426 / 1875 / DPRD Tanggal 2 Agustus 2017 yang meminta pengurus untuk mencabut skorsing dimaksud, sekali lagi dengan tujuan memberikan kesempatan bagi siapapun untuk memperbaiki diri. Saya perlu segera menyelesaikan hal ini karena masalah ini sudah masuk ke ranah politik. Saya tidak ingin masalah skorsing ini dipolitisasi, olah raga harus netral dan fokus pada prestasi atlet. “ungkap Gusti Wedakarna. Disisi lain Gusti Wedakarna juga tidak menginginkan masalah kasus atlet ini tidak sampai ke ranah hukum apalagi mencederai kedaulatan organisasi olah raga. “Saya sudah mendengar bahwa masalah ini sudah merembet ke SARA dan  sudah merembet ke hal – hal bersifat hukum, saya meminta agar hari ini selesai dan tuntas.Bali sedang banyak masalah, jangan lagi ada masalah domestik seperti ini. Semua  harus ikhlas. Ini semua hanya masalah komunikasi. “ungkap Gusti Wedakarna.  Maka dari itu,  sejumlah keputusan diambil dalam rapat RDP yakni 1) Mendukung pencabutan skorsing 4 atlet ( pelajar ) dan 3 atlet dewasa dengan mekanisme administrasi yang baik kepada Pengurus TI hingga batas waktu 10 Oktober 2017 ( sesuai masukan Ketua KONI Bali), 2) Meminta organisasi Cabor apapun di Bali untuk menjadikan kasus Taekwondo ini sebagai pelajaran dalam manajemen konflik sehingga kedepan tidak ada masalah yang sama di Bali 3) DPD RI mendukung rekomendasi DPRD Bali dan Disdikpora Bali 4) Memperhatikan pendapat KONI Denpasar terkait dengan absennya atlet TI dari Denpasar dalam Porprov 2017 di Gianyar 5) DPD RI Mendukung kenaikan anggaran KONI Bali dan seluruh Cabor di Bali atas prestasi 6 Besar Bali di PON yang lalu.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *