Categories Satyagraha

WEDAKARNA DORONG INDUSTRI WISATA FOKUS KULINER BALI BERBASIS “SUKLA”

Satyagraha   – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Civitas Akademika Poltek Negeri Bali

DPD RI KUNJUNGI TOURISM OLYMPIC V POLTEK NEGERI BALI

Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menghadiri acara Tourism Olympic V yang diadakan oleh mahasiswa jurusan pariwisata Politeknik Negeri Bali.  Kebanggaan dan harapan akan berkembangnya kualitas lulusan Poltek Negeri Bali ini disampaikan langsung oleh Gusti Wedakarna saat meninjau sejumlah materi kompetisi dan sejumlah stand kuliner di area kampus. “Saya meminta para alumni dari Poltek khususnya yang mengambil jurusan pariwisata untuk ikut menjaga harga diri dan kesucian kualitas pariwisata di Bali. Anda semua adalah agen – agen perubahan bagi pariwisata Bali yang berkualitas, dan dimulailah dari lingkungan kerja sendiri. Bali harus punya sikap  tegas tentang kesucian kuliner, dan juga pemberdayaan ekonomi lokal dan hal itu bisa digerakkan oleh ribuan lulusan jurusan wisata di Bali ini. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memberikan contoh bagaimana Bali justru harus memperkenalkan kuliner khas Bali kepada wisatawan dan tidak melulu urusan Bali hanya mengikuti selera internasional. “Bisnis kuliner adalah bisnis dengan keuntungan berlipat ganda, dan jika anak muda fokus pada kuliner maka dengan mudah mendapatkan kekayaan dan kemakmuran. Jiwa – jiwa entrepreneur harus dilahirkan agar lulusan pariwisata tidak sekedar hanya menjadi buruh pariwisata tapi menjadi penentu kebijakan pariwisata Bali. Dalam hal kuliner misalkan, kedepan makanan Bali yang sangat variatif harus dikenalkan ke publik, ada ditiap menu restoran di Bali, ada disetiap buffet prasmanan dihotel atau catering service di Bali. Jangan malu memperkenalkan Babi Guling, Sate Lilit, Ayam Betutu, Sambel Matah, Lawar dan juga makanan khas Bali. Mereka wisatawan harus diberi tantangan lebih, dan jangan kita yang menyesuaikan dengan mereka.  Lihat saja bagaimana orang Jepang dan orang Korea berhasil memperkuat branding makanan mereka, sehingga sebagian besar wisatawan yang datang kenegara mereka justru menyesuaikan dengan selera tuan rumah. Ini PR terbesar dari jurusan food & beverage di Bali. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyatakan apresiasi terhadap sejumlah mahasiswa yang kini sudah mencantumakn logo Sukla bagi ajengannya. “Sukla itu pasti tanpa daging sapi, sukla itu suci, sukla itu prosesnya bersih dan sesuai dengan nilai – nilai agama Hindu. Jadi Sukla itu akan jadi gaya hidup. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Pembina Gerakan Sukla Satyagraha  ini (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *