Categories NasionalSatyagraha

ARYA WEDAKARNA PRIHATIN ENERGI MAHASISWA HABIS UNTUK PENGGALIAN DANA

SATYAGRAHA – Senator RI, Dr. Arya Wedakarna Bersama Wakil Rektor III Unud dan pejabat terkait di GOR Ngurah Rai

SENATOR RI IKUT LEPAS MARCHING BAND UNUD BERLAGA DI BANTEN

Satu PR besar yang belum terselesaikan bangsa ini termasuk di Bali bahwa manajemen organisasi anak – anak bangsa yang seharusnya fokus dalam menghadapi kompetisi global, akhirnya terpecah akibat habisnya enersi anak muda dalam hal klasik terhadap pendanaan kegiatan. Ini terjadi baik ditingkatan ormas, sekaa teruna, karang taruna, LSM maupun unit unit kegiatan mahasiswa disejumlah kampus di Bali. Tidak adanya sistem yang mengayomi organisasi anak muda ini, akhirnya mengakibatkan munculnya fenomena penggalian dana ( fund rising ) yang lebih menyita perhatian dibandingkan dengan isi ( konten ) dari tujuan organisasi tersebut. Kedepan kepemimpinan di Bali harus mau memberikan jalan, anggaran dan kebijakan yang pro terhadap kegiatan anak muda, sehingga energi hebat yang dimiliki oleh kaum muda hanya terfokus untuk peningkatan kualitas. Demikian diungkap Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III usai memberi sambutan pada pelepasan Marching Band Universitas Udayana ( UNUD ) yang akan berlaha dalam kompetisi nasional di Serang, Provinsi Banten. Didampingi oleh Prof. Dr. Ir. I Made Sudarma M.S ( Wakil Rektor III Unud ) dan sejumlah pejabat dari Pemerintah Kab. Badung, Polda dan organisasi kemahasiswaan, Dr. Arya Wedakarna menyampaikan bahwa saatnya sistem anggaran untuk organisasi kepemudaan termasuk UKM dikampus – kampus mengacu sebagaimana sistem anggaran negara dibuat. “ Contohnya UKM Marching Band ini akan memberangkatkan 100 orang ke Banten selama beberapa hari. Kita bisa bayangkan kebutuhan untuk transportasi, kostum, konsumsi, penginapan dan para official yang akan menyita waktu banyak. Sedangkan jumlah sekolah atau kampus di Bali yang punya Marching Band kan tidak banyak, dan mereka rata – rata kualitasnya terbaik di Indonesia. Jadi kenapa tidak jika pemerintah bisa membantu dengan anggaran rutin misalkan, selain itu juga dianggarkan dalam pos anggaran UNUD sebagai bagian dari Kementerian Ristek Dikti. Nanti coba saya periksa anggaran UNUD di Kementerian, jika bisa ya unit – unit kegiatan yang nasional ini harusnya tidak ada kendala. Jangan anggaran hanya dihabiskan untuk kegiatan Tri Dharma saja didalam kampus diprovinsi saja, kegiatan positif seperti Marching Band ini juga perlu dibantu. Karena kebanggaan akan prestasi lembaga pendidikan bukan sekedar hanya akreditasi belaka. “ ungkap Gusti Wedakarna yang bagian dari Komite III DPD RI Bidang Pendidikan Tinggi, Seni dan Budaya ini. Iapun meminta agar Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar untuk bisa terus memperhatikan UNUD karena kampus UNUD terbesar ada diwilayah ini. “ Tadi sudah saya sampaikan ke Pemkab Badung yang hadir, agar Bupati Badung bantu anak – anak UNUD dalam kegiatan. Beri mereka anggaran. Selama ini kawasan Jimbaran sudah dihidupkan oleh UNUD. Ada puluhan ribu mahasiswa disana, belum dosen, belum potensi ekonomi yang berputar baik di Kampus Jimbaran dan Kampus Sudirman. Jadi wajar jika memberikan bantuan dan anggaran pada UNUD. Semoga Bupati dan Walikotanya tergerak untuk memberikan bantuan. Kedepan saya minta UKM Marching Band agar terus dipertahankan, jangan mundur selangkahpun dan tetap semangat untuk mengharumkan nama Bali. Saya sebagai wakil Bali di DPD RI sesuai dengan konstitusi adalah pengawas UU termasuk UU APBN, UU Dikti dan UU Pemerintah Daerag, jika ada masalah tentu bisa kita proses. Apalagi ada UU Keterbukaan Informasi Publik yang mewajibkan seluruh elemen negara dan daerah untuk transparan. Intinya selama memakai APBN, APBD pasti ada konsekwensi hukumnya. Nanti sama – sama awasi ya. “ ungkap Gusti Wedakarna, peraih suara terbanyak saat Pemilu lalu di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *