Categories NasionalSatyagraha

SENATOR WEDAKARNA MALU MENDENGAR CURHAT WISATAWAN TERKAIT PELAYANAN PELABUHAN

Sidak – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Kaget Melihat Fasilitas Dermaga Pelabuhan Rakyat Di Padang Bai Yang Jauh Dari Kata Layak Saat Sidak

RIBUAN WISATAWAN JADI SAKSI BOBROKNYA PELABUHAN PADANG BAI

Disela – sela menghadiri upacara di Pura Silayukti Padang Bai Karangasem, Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengadakan inspeksi mendadak di Dermaga atau Pelabuhan Rakyat dikawasan Padang Bai Karangasem. Raut kekecewaan pun tampak jelas diwajah Senator termuda dari Bali ini, khususnya ketika melihat kondisi dermaga dan fasilitas umum dikawasan Pelabuhan Rakyat Padang Bai, khususnya didermaga penyebrangaan Padang Bai  – Gili. Ditemani sejumlah staf ahli DPD RI bidang pariwisata, ekonomi kreatif dan kesra, Senator Wedakarna mendengar langsung curahan aspirasi baik dari masyarakat Padang Bai dan juga wisatawan yang kebetulan hendak menyebrang ke Gili Island atau sebaliknya yang baru datang dari Gili ke Bali. “ Tiang nembe ( tumben ) niki datang ke Pelabuhan Rakyat. Ternyata kondisinya benar – benar ramai tapi tidak ditunjang fasilitas yang memadai. Bagaimana bisa ini terjadi ? Menurut penuturan warga yang bekerja disini ada sekitar minimal 2.500 wisatawan yang menyebrang setiap hari dari pelabuhan rakyat ini. Tapi dermaganya saja terbuat dari kayu  kayu yang sudah tidak layak pakai dan layak pandang. Belum lagi fasilitas boarding gate yang tidak layak dengan standar keselamatan apalagi standar pelayanan internasional. Manajemen disini lebih buruk daripada pengelolaan terminal dikampung. Saya sebagai pengawas UU khususnya dibidang pariwisata dan kesra merasa kecewa karena bagaimana mungkin Bali sebagai destinasi wisata terbaik didunia tapi masih memiliki pelabuhan yang tidak layak. Kita malu sama Macau, malu sama Thailand, malu sama negara ASEAN. Dan saya memperhatikan ada tumpang tindih juga dalam tanggung jawab terkait pelabuhan ini. Sangat sangat mengecewakan. Saya akan segera kumpulkan pejabat terkait, kita cari solusi agar beres ini urusan. Dan saya minta desa adat juga libatkan. “ ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mengingatkan pada Pemerintah Bali, Pemerintah Karangasem, termasuk Stakeholder penunjang, bahwa industri pariwisata adalah industri yang sangat mengutamakan insfrastruktur, dan sudah sifat alamiah dari industri pariwisata bahwa promosi mouth to mouth ( mulut ke mulut ) dan promosi dimedia sosial sangat berpengaruh sekali, jauh lebih efektif dibanding dengan menghamburkan uang – uang negara untuk berpameran dan promosi wisata diluar negeri. “ Jadi ini tanggung jawab kita untuk memperbaiki termasuk saya sendiri selaku DPD RI akan bersinergi. Kita harap pemerintah pusat juga membantu pelabuhan ini. Ini saya belum periksa safety equipment didalam kapalnya ya, belum saya periksa manajemen pelabuhannya baik didermaga rakyat atau dipelabuhan utama Padang Bai, belum saya periksa tentang lamanya antre kendaraan ke Nusa Penida atau Pulau Lombok. Banyak sekali masalah – masalah yang disampaikan ke DPD RI Bali. Yang saya bahas ini baru tampak luar saja. Terus terang saya sangat kecewa mendengar keluhan wisatawan tadi. Seharusnya pelayanan di Pelabuhan harus sama dengan pelayanan di Airport. Bali sudah punya Airport Bintang Tujuh, salah satu terbaik didunia, tapi pelabuhannya masih kelas C. Kita harus perbaiki segera. “ ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mengaku akan melakukan sesuatu pada Padang Bai. “ Padang Bai tidak boleh mengulangi kesalahan Gilimanuk dan Benoa yang sudah habis terkikis unsur budaya Balinya. Saya kira orang – orang lokal, pribumi termasuk desa adat harus dilibatkan dalam pembangunan. Jangan semua manajemen luar Bali, jika ingin membangun Bali maka bangun juga adat, agama Hindu, dan budaya Bali. Ini dalam konsep Tri Sakti Bung Karno disebut berkepribadian dalam bidang budaya. Saya paham ada bencana Gunung Agung dan semua pembangunan di Karangasem seakan terhenti, tapi itu tidak mengurangi ( seharusnya ) pelayanan publik termasuk perbaikan dermaga ini. “ ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *