Categories BudayaHinduNasional

WEDAKARNA MINTA PEMPROV ANGGARKAN PERBAIKAN ASRAMA MAHASISWA DILUAR BALI

SIDAK – Senator RI,  Arya Wedakarna Saat Meninjau Asrama Bali di Bandung Jawa Barat

MAHASISWA BALI BINGUNG PEROLEH SURAT TUNGGAKAN PAJAK

Disela sela acara resmi DPD RI di Kota Bandung Jawa Barat, Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III berkesempatan untuk menyambangi Asrama Mahasiswa Bali Vhiyata Tirta Gangga yang terletak di Jl. Dr. Otten 15 Bandung. Keberadaan Asrama Bali ditempat strategis ini memiliki sejarah yang panjang bagaimana perjuangan para mahasiswa Bali di Bandung dalam menuntut ilmu. Namun sayang sekali, bahwa Asrama Bali yang asetnya dimiliki oleh Pemprov Bali ini terkesan tidak terawat, padahal ada sekitar 15 mahasiswa asal Bali yang mendiami asrama Bali. Dalam kunjungan singkat itu, mahasiswa Bali sempat menyerahkan Surat Teguran dari Pemkot Bandung akibat tunggakan pajak terkait bangunan dan tanah Asrama Bali. Harapan agar pemerintah Provinsi Bali memiliki kepedulian terhadap aset-aset milik rakyat Bali khususnya yang terletak diluar provinsi disampaikan oleh Gusti Wedakarna. “ Saya mendapat laporan bahwa beberapa waktu lalu Asrama Mahasiswa Bali ini sempat direnovasi, tapi hasilnya kurang memuaskan. Kini, Asrama sudah mulai bocor, sudah banyak yang kropos terutama diarea kamar- kamar mahasiswa, juga dibeberapa bagian saya nilai kurang layak. Saya kira sudah saatnya agar asrama ini diperbaiki agar adik-adik mahasiswa asal Bali yang pintar – pintar ini (Sebagian Besar kuliah di ITB Bandung) bisa tinggal dengan layak dan nyaman. Ini kewajiban daerah, uang yang akan dipakai memperbaiki kan uang rakyat, dari APBD dan bukan minta dengan pejabatnya. Jadi ini hak rakyat Bali. Nanti kita koordinasi ke Pemprov Bali. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota dari Komite III Bidang Pendidikan Tinggi dan Pemuda. Selain meninjau asrama mahasiswa, Senator Wedakarna juga mendapat laporan bahwa banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh mahasiswa Bali dan komunitas Hindu di Jawa Barat terkait dengan keberadaan Asrama Mahasiswa ini. “ Sejumlah organisasi Hindu seperti KMHDI dan juga WHDI berkantor disini. Selain itu ada Sekaa Gong yang didirikan saat kejadian Gunung Agung Meletus 1963. Beberapa tokoh Bali yang kini sudah sukses adalah alumni Asrama ini. Sekarang kewajiban dari pejabat negara asal Bali, begitu juga pejabat Pemprov Bali harus peduli. Di Jawa Barat ini ada beberapa asrama mahasiswa Bali yang perlu diperhatikan, ada yang didepan kampus ITB serta di Bogor. Saya rasa memelihara aset-aset provinsi di luar Bali adalah bagian penting karena selain untuk melindungi mahasiswa kita juga sebagai simbol dari kedigjayaan Bali. Saya kira persepsi orang luar Bali tentang Bali pasti yang terbaik, terbagus, teladan dan nomer satu. Jadi kalau aset kita diluar Bali mangkrak, bocor, kumuh ya sama dengan merugikan nama baik Bali. Semoga 2018 bisa diperbaiki semua mumpung Pemprov Bali akan merevitalisasi Aset Bali di Jakarta khususnya di Jalan Cikini. Saya titip renovasi Asrama Bandung. “ungkap Gusti Wedakarna yang pernah mengenyam pendidikan di Trisakti Jakarta ini. Sebelum pamit, Gusti Wedakarna memberi sejumlah nasihat pada anak-anak muda Bali yang sedang mengenyam pendidikan di Bandung. “ Kalian harus sekolah yang tinggi jika bisa capai pendidikan Doktor, setelah tamat kuliah bekerjalah di Bandung, Jakarta atau kota besar ASEAN. Jangan pulang ke Bali dulu, nanti setelah dapat harta dan posisi baru bangun daerah dengan modal besar. Jadi diaspora Bali yang membanggakan, dan jika memang ingin cepat sukses, cepat kaya dan punya pengalaman baik untuk karir dimasa depan memang harus diluar Bali. Sisanya jaga agama Hindu dan jangan sampai paid bangkung  walau godaannya berat. Jati diri sebagai manusia Hindu harus nomer satu karena Bali hanya bisa bertahan jika anak-anak mudanya paham Sradha dan Bhakti. “ungkap Gusti Wedakarna. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *