Categories HinduSatyagraha

SENATOR WEDAKARNA HADIRI ANUGERAH DANA PUNIA 2017 DI GEDUNG BANK INDONESIA

HINDU  – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Didaulat Menyerahkan Penghargaan Dana Punia Di Gedung Bank Indonesia

KEMENTERIAN SOSIAL  RI PUJI PERAN DANA PUNIA HINDU

Dalam ajaran kitab suci weda, salah satu kewajiban umat Hindu adalah senantiasa untuk berdharma dana punia khususnya bagi kaum tidak berpunya karena dengan melayani Tuhan yang ada dalam diri manusia, maka umat Hindu diharapkan mengikuti perintah tuhan dan mendapatkan pahala dan karma baik dizaman kali yuga ini. Demikian diungkap Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat memberikan sambutan dalam  acara Anugerah Dana Punia 2017 yang digelar Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) di Gedung Bank Indonesia. Tampak hadir dalam acara tersebut Drs. Hartono Laras, M.Si ( Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI ), Dra. Mira Riyati Kurniasih, M.Si ( Direktur Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Kemensos RI ), I Made Rai Subawa ( Perwakilan Bank Indonesia ), Ir. Putu Wirata Dwikora ( Sekretaris PHDI Bali ), I Made Jendra, S. Pd., M.Si ( Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali ) dan ratusan donatur yang hadir untuk menerima Anugerah Dana Punia 2017. Lebih lanjut, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyatakan bahwa potensi dana punia yang dilakukan oleh umat Hindu sangat besar, mengingat tingkat militansi umat Hindu terhadap agama dan kebudayaannya sangat tinggi. “ Sebagai  putra Bali yang lama tinggal diluar Bali saya justru menilai bahwa umat Hindu jauh lebih fanatik terhadap agamanya dibanding dengan umat lain. Karena selain patuh terhadap kitab suci weda, umat hindu juga terikat dengan ritual, karmaphala dan budaya. Jadi jika ada yang mengatakan orang hindu kurang  fanatik, saya justru menganggap sebaliknya, umat hindu amat sangat militan terhadap budayanya. Lihat saja jutaan warga hindu di sumatera, di sulawesi, di kalimantan, di jawa dan di Nusa Tenggara mereka tetap membangun kampung-kampung Bali dengan ritual dan kebudayaan yang sedikitpun tidak berubah dari induknya di Bali. Ini menandakan bahwa orang hindu khususnya yang bersuku Bali memiliki potensi hebat jika digerakkan untuk berdana punia, sekarang tinggal menunggu lembaga yang dipercaya oleh umat dan itu tantangannya.” ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memuji atas kinerja BDPHN yang sudah sejak tahun 2003 berkiprah hingga menjadi lembaga dana punia terbesar di Indonesia. “ Saya gembira mendapatkan laporan bahwa ada 2.360 donatur tetap BDPHN yang memberikan dana punia. Dan juga sudah lebih dari 71 Milyar jumlah dana dan komitmen punia yang sudah disalurkan. Ini hebat dan terus pertahankan akuntabilitas. “ Ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada diungkap oleh Drs. Hartono Laras, M.Si ( Dirjen Kementerian Sosial RI ) bahwa BDPHN adalah sebuah lembaga yang merupakan aset bangsa yang diharap bisa membantu mengentaskan pendidikan dalam program – programnya. “ Kementerian sosial RI sangat salut dengan upaya dari BDPHN yang telah banyak berkiprah membantu orang – orang yang tidak mampu. Pemerintah pusat siap bersinergi dengan lembaga sosial seperti ini dan kami membuka pintu seluasnya bagi BDPHN dan para staf stakeholder lainnya di Bali. “ Ungkap Drs. Hartono Laras, M.Si. Dalam acara tersebut dibagikan 200 sertifikat anugerah Dana Punia 2017 kepada 200 donatur terbaik BDPHN yang diambil dari 20 terbaik dari masing – masing kabupaten / kota dan tingkat provinsi. ( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *