Categories NasionalSatyagraha

ARYA WEDAKARNA MINTA KAPOLRI TUNTASKAN KASUS PELECEHAN AGAMA HINDU DEMI KEADILAN

Satyagraha – Senator RI Dr. Arya Wedakarna Saat Menyambut Jendral Polisi Tito Karnavian ( Kapolri ) di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta

SENATOR RI DUKUNG PENUNTASAN KASUS HUKUM PENISTAAN AGAMA HINDU

Masih ingat dengan kasus pelaporan komponen umat Hindu terkait dengan pelecehan hari raya Nyepi yang terjadi dimasa lalu ? Masih ingatkah laporan komponen umat Hindu terkait pelecehan Pecalang oleh oknum pengurus Front Pembela Islam ( FPI ) di Polda Bali ? Disaat publik masih menunggu tindaklanjutnya, kini muncul laporan terkait dugaan pelecehan agama Hindu dan Pancasila oleh Eggy Sudjana yang telah dilaporkan oleh komponen pemuda Hindu. Dan keprihatinan serta kekhawatiran bahwa masalah pengaduan umat Hindu yang tidak ditanggapi dengan baik oleh aparat hukum kembali diingatkan oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III disela – sela pertemuan Komite III Bidang Agama, Budaya dan Kesra di Jakarta. “ Sebagai wakil rakyat Bali dan wakil 10 juta umat Hindu di Senayan, saya masih belum puas terhadap kinerja aparat penegak hukum khususnya jika dinilai dari cara penyelesaian tentang kasus – kasus berbau SARA khususnya di Bali. Selama ini Bali dengan mayoritas umat Hindu kerap menjadi sasaran diskriminasi oleh oknum kaum radikal. Dan umat Hindu termasuk aktivis, ormas dan lembaganya sudah melakukan hal baik yakni taat hukum dengan melaporkan oknum yang bermasalah melalui saluran hukum yang ada. Tapi sekarang coba periksa ya, apa pernah ada kasus yang dilaporkan umat Hindu sampai sekarang diselesaikan dengan tuntas. Saya jadi pejabat negara sejak tahun 2014, mencatat banyak kasus pelecehan Nyepi, kasus pelecehan Pecalang, kasus pelecehan Dewa Ganesha, tapi apa itu ditindaklanjuti ? Seharusnya aparat hukum jangan menganaktirikan posisi umat Hindu, bahaya ini jika terakumulasi kekecewaan dari umat Hindu. Saya kira ini perlu perhatian Mabes Polri dan negara. Karena jika kasus – kasus yang dilaporkan ke Mabes atau Polda tidak ditindaklanjuti, maka efeknya kita tahu sendiri seperti apa. Ini otokritik saya terhadap aparat hukum. Sebagai anggota DPD RI dari Bali yang membidangi agama dan budaya, saya akan beri masukan tentang kinerja aparat hukum terkait di Bali. “ ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan dugaan pelecehan agama Hindu yang dilakukan ES yang kini videonya sudah viral di Nusantara, pihaknya masih percaya akan kedaulatan hukum di Indonesia. “ Tidak pantas bagi mereka yang mengaku ahli hukum tapi melakukan pelanggaran hukum. Terkait dengan keinginan sejumlah pihak mayoritas yang masih saja memancing isu SARA dengan isu pendirian negara agama atau kekhalifaan saya ingatkan, Pancasila itu sudah final, jangan lagi otak – atik ajaran – ajaran agama yang sah di Indonesia. Kurangi kita mengomentari urusan agama orang lain. Saya mendukung langkah hukum untuk pelecehan agama Hindu terkait Tri Murti ini. “ ungkap Gusti Wedakarna. Prinsipnya Bali juga mendorong gerakan Presiden Joko Widodo untuk memberantas gerakan Radikalisme baik yang dilontarkanoleh individu atau kelompok ormas. “ Saya mendukung sekali Presiden Jokowi untuk “ bersih –  bersih “ terkait isu SARA seperti ini. Sekarang kita siapkan elemennya dulu, baik dukungan akan Perppu Ormas atau RUU Terorisme. Saya mendukung agar TNI dimasukkan dan diberi peran ke RUU Terorisme, jadi jangan hanya Polri saja. Penguatan UU ITE juga sangat diperlukan. DPD RI Bali sangat sepaham dengan visi Joko Widodo termasuk mendukung menempatkan orang – orang yang tepat diposisinya. Kita harap 2018 sudah terlihat kinerja aparat hukum karena kita akan menyongsong tahun politik 2018 dan 2019 yang sangat rentan dengan isu SARA. Mari kita kawal bersama – sama kasus ini agar kinerja aparat hukum bisa terukur dan dievaluasi oleh masyarakat. “ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *