Categories HinduSatyagraha

WEDAKARNA SERAHKAN PUNIA WANTILAN PURI AGUNG BANGLI DAN KANTOR PHDI

Satyagraha – Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama I Nyoman Sukra  (Ketua PHDI Kab.Bangli ) dan A.A. Gede Bagus Ardana ( Penglingsir Puri Agung Bangli ) Saat Sosialisasi MPR RI Di Aula Kantor PHDI Kabupaten Bangli 

 SENATOR RI MINTA PEMKAB ANGGARKAN OPERASIONAL PARISADHA

Perhatian pemerintah daerah terhadap lembaga agama Hindu di Bali dinilai sangat kurang, hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah pemerintahan di Bali yang masih belum memperhatikan maksimal lembaga agama Hindu yakin Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI ) dan Majelis Desa Pakraman  ( MDP ) baik secara fisik maupun secara operasional. Padahal menurut Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarana Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, justru keberadaan lembaga keumatan semacam PHDI dan MDP sangat krusial dalam pembinaan agama Hindu. Kekecewaan terhadap hal ini di sampaikan oleh Senator RI Arya Wedakarna saat menggelar pertemuan Sosialisasi 4 MPR RI di Kantor PHDI Kab. Bangli. ” Bali tidak sepantasnya memperlakukan lembaga umat ala kadarnya. Kedaulatan lembaga umat semacam PHDI sangat penting dan memperhatikan PHDI berarti memperhatikan para sulinggih ( Sabdha Padita ) dan juga kaum intelektual  ( Walaka ). Jadi bukan hanya sebatas infrastruktur atau progam saja. Kedepan saya minta DPRD Bali, kabupaten / kota di Bali agar menaikan anggaran bantuan pemerintahan kepada lembaga umat baik PHDI, WHDI, peradah, KMHDI dan juga lembaga lembaga Hindu lainnya. Mekanismenya  kan bisa bansos, hibah atau dana punia bahkan bisa juga membantu infrastruktur. Seperti PHDI di Kab. Bangli ini yang saat ini sedang gotong royong membangun aula sebangun dilantai 2. Ini harus diperhatikan eksekutif. Ini Bali, dan bicara tentang Bali maka kualitas lembaga umatnya harus kelas A, harus terbaik dan juga kelas satu. Saya prihatian sekali dengan banyak lembaga PHDI dan majelis Desa Adat di Kabupaten/ Kota dan Kecamatan yang ala kadarnya. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Dalam acara sosialisasi Pancasila UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika itu hadir ratusan generasi muda Hindu dari seluruh komponen di Bangli termasuk juga dari sejumlah lembaga Hindu. Gusti Wedakarna juga berharap kedepan ketahanan ekonomi orang Hindu di Bali semakin kuat, mengingat saat ini ekonomi sedang sulit, anggaran negara semakin ketat dan rakyat semakin sukit ekonomi nya. ” Lembaga Hindu harus fokus pada Jnana Yadnya, harus fokus menciptakan anak muda yang pintar militan serta progresive revolusioner. Hanya dengan Jnana dan pendidikan tinggi maka Bali dengan segala kehebatan adat dan budayanya akan bertahan. Apa dikiranya 500 tahun Hindu bertahan pasca Islamisasi Nusantra itu tidak memakai strategi khusus ? Dari pengamatan saya, sampai Bali bisa bertahan seperti sekarang tentu karena leluhur orang Bali itu hebat dan berjnana tinggi. Kita harus dorong PHDI dan MDP menjadi lembaga yang bisa memotivasi umat sebanyak – banyaknya. Jelas itu perlu infrastruktur yang memadai. Ini harus ada kerjasama semua komponen.”ungkap Gusti Wedakarna yang putra dari pendiri salah satu PHDI Shri Wedastera Suyasa. Dalam kesempatan itu, Gusti Wedakarna menyerahkan sejumlah punia kepada PHDI Kab. Bangli yang diterima oleh I Nyoman Sukra  (Ketua) yakni berupa dua buah lemari buku, lambang Garuda Pancasila, Logo PHDI serta dana punia untuk mendukung pembangunan lantai 2 kantor PHDI Bangli. Selain itu, juga disampaikan penyerahan bantuan untuk pembangunan Wantilan Puri Agung Bangli yang kini dalam tahap renovasi. “ Tiang ingat saat acara syukuran kemenangan saat pemilu 2014, penglingsir dan keluarga besar Puri Agung Bangli sangat terbuka menerima tiang. Dan sudah kewajiban tiang membantu mangkin, karena bagaimanapun leluhur Bali ada disana. Walau sederhana, semoga bantuan tiang bermakna. Semoga Puri Agung Bangli bangkit kembali untuk kepemimpinan dan menjadi simbol Hindu yang berdaulat “ungkap Gusti Wedakarna saat menyerahkan bantuan dana punia yang diterima oleh A.A. Gede Bagus Ardana (Penglingsir Puri Agung Bangli) yang didampingi oleh A.A. Gede Raka, A.A. Gede Setiadarma, A.A. Gede Dharmasatria dan A.A. Alit Ardenatha. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *