Categories Nasional

ARYA WEDAKARNA MINTA DUTA WISATA INDONESIA DUKUNG PROGRAM “ BALI BARU”

DUTA WISATA – Senator DPD RI, Dr. Arya Wedakarna bersama Duta Wisata Indonesia di Kongres IV ADWINDO di Pendopo Bupati Kukar Tenggarong, Kalimantan Timur

SENATOR RI HADIRI KONGRES ADWINDO DI KUTAI KERTANEGARA

Program 10 Destinasi Utama Bali Baru yang digulirkan Pemerintah Presiden Joko Widodo mendapatkan dukungan dari Senator DPD RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bagaimana tidak,  guna mencapai target 20 Juta Wisatawan pada 2019, seluruh usaha dikerahkan oleh pemerintah pusat termasuk perbaikan infrastruktur kepariwisataan disejumlah provinsi khususnya luar Jawa dan Bali, disamping adanya skala prioritas pemerintah untuk mendirikan 10 destinasi utama yakni Bali Baru diantaranya : Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo dan Pulau Morotai. Dan peran  strategis, para Duta Wisata Indonesia sebagai wajah Duta Wisata Provinsi sangat membantu sebagai agen – agen muda bangsa khususnya dalam menciptakan ide ekonomi kreatif untuk daerahnya. Demikian diungkap Senator Gusti Wedakarna disela – sela Pembukaan Kongres IV Asosiasi Duta Wisata  Indonesia ( ADWINDO ) di Tenggarong Kutai Kertanegara, Prov. Kalimantan Timur. “ADWINDO lahir pada tahun 2005 pada saat Kongres I di Kuta Bali atas ide dan gagasan Teruna Teruni Bali dan sejumlah organisasi Duta Wisata lainnya. ADWINDO hadir sebagai organisasi Pancasilais untuk membantu ide Pariwisata yang berkelanjutan. Dan kini organisasi ini sudah menginjak usia 12 tahun, dan ini usia yang cukup matang. Maka dari itu seluruh komponen Duta Wisata Indonesia harus bersatu dan bukan melulu urusan domestika organisasi, bukan sekedar membentuk DPD dan DPC saja, tapi yang paling penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat lewat manfaat pariwisata. Dan jadilah anak- anak muda bangsa yang bisa membantu pembangunan daerah dan pembangunan nasional dan ini perlu kebersatuan. “ Ungkap Gusti Wedakarna yang menjadi Dewan Pembina ADWINDO ini. Ia juga menyatakan kedepan tantangan Wisata Indonesia lebih komplek mengingat persaingan antar destinasi pariwisata dikawasan ASEAN dan Asia Pasifik lebih ketat. Indonesia, tidak ada persaingan Bali dengan Yogya, tidak ada persaingan Sumbar dengan Jambi, tidak boleh lagi NTB dan NTT, juga tidak ada persaingan Papua dengan Maluku, atau persaingan antara Kalimantan dengan Sulawesi, bahkan rasa superioritas destinasi di pulau Jawa atau Jawa Sentris misalkan. Berikutnya adalah kebersatuan, pariwisata Indonesia yang incorporated. Justru saingan Indonesia adalah Thailand, Malaysia, Singapore, Filipina, Macau, China, Korea, dan kawasan- kawasan Asia lainnya. Dan yang hanya bisa menyatukan visi ini hanyalah anak muda, mereka yang terlibat di ADWINDO karena kalian adalah calon-calon pemimpin pariwisata Indonesia. Jadi Duta Wisata bukan hanya sekedar pagar ayu, pagar bagus, dan sekedar duta-dutaan  tapi ada peran lebih.“ Ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota Komite III DPD RI Bidang Pariwisata ini. Dan sebagai wujud dukungan atas ADWINDO, Gusti Wedakarna pun menyatakan komitmen untuk tetap menjadi Pembina dari ADWINDO dan mendukung eksistensi dan keberadaan Sekretariat Nasional ( Setnas ) ADWINDO yang ada di Bali sesuai hasil Kongres I ADWINDO Tahun 2005. Dalam kongres tersebut terpilih Ketua Umum ADWINDO Awalsyah Dammarafajar ( Provinsi Sumatera Barat ) dan Sekjen ADWINDO Yan Mitha Djaksana  ( Provinsi Bali ). Terpilih  juga I Wayan Epa Jayantika ( Teruna Bali 2017 ) sebagai Kepala Setnas ADWINDO Bali. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *