Categories BudayaHindu

SOSIALISAKAN ANGGUGAH VII, PERTAJAM SEJARAH I GUSTI TEGEH KORI RAJA BADUNG I

WARIH – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Sekjen PANDBTK ), Dr. Nyoman Sugawa Kory ( Waketum PANDBTK ) Bersama Ida Shri Bhagawan Dalem Yoga Wiswa di Singaraja

HARI INI PIODALAN DI PURA KAWITAN DALEM BENCULUK TEGEH KORI

Besok bertepatan dengan Soma Kliwon Wuku Kuningan adalah hari piodalan dari Pura Kawitan Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori di Tonja Denpasar. Segenap warih dan keluarga besar Pasemetonan Ageng Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori diseluruh Bali, diharapkan tangkil ke pura kawitan. Selain penataan dan sinergi pelaksanaan odalan di Pura Kawitan bersama pengempon dan pengurus PANDBTK, diharapkan momentum piodalan ini dapat terus meningkatkan sradha dan bakti kehadapan leluhur khususnya Ida Betara Dalem Tegeh Kori yang dalam sejarah Bali dikenal sebagai Pendiri dan raja Pertama dari Kerajaan Badung. Demikian ungkap Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III selaku Sekretaris Jendral PANBDTK. “ Sesuai hasil Bhisama dan Keputusan  Mahasabha PANDBTK pada 9 September 2009 serta Pesamuan Pesamuan Agung, bahwa seluruh warih Ida Betara Tegeh Kori wajib menaati sejarah leluhur dan eling dengan asal muasal dari para warih. Sebagai bagian dari sistem Ksatria Dalem, terlebih Ida Betara Tegeh Kori adalah Pendiri dan Raja Pertama Kerajaan Badung, beliau juga adalah Putra dari Raja Bali Sri Aji Kresna Kepakisan di Klungkung  dan memiliki ayah angkat ( dharma putra ) ke Ida Betara Arya Kenceng di Tabanan. Mari jadikan sejarah masa lalu sebagai teladan untuk menjalankan kehidupan saat ini untuk membangun bangsa Indonesia.  Sesana sebagai Warih Dalem adalah wajah dari kualitas keleluhuran kita. Disana letak tantangan para wargi sebagai bagian dari umat Hindu Indonesia. “ ungkap Gusti Wedakarna yang juga sebagai anggota DPD RI ini.  Secara organisasi, PANDBTK dibawah kepemimpinan Brigjen Pol ( Purn ) Nyoman Gede Suweta telah melaksanakan sejumlah visi dan misi organisasi yang dituangkan dalam sejumlah program kerja dan tetap mengaju pada AD/ART organisasi.  Dalam kesempatan itu, pengurus pusat PANDBTK juga menyampaikan sejumlah hasil penyataan sikap ( Tegeh Kori Anggugah VII ) yang merupakan hasil dari Pesamuan Agung VII Tahun 2017 yang terus disosialisasikan yakni 1) PANDBTK menolak dualisme dalam kelembagaan yang berhubungan dengan desa adat di Bali serta mendukung Desa Adat sebagai subjek hukum menurut Pasal 18B UUD 1945 2) PANDBTK Mendukung Perppu Ormas 02/2017 untuk memberantas Radikalisme 3) PANDBTK menolak pembelokan sejarah Majapahit menjadi Kesultanan Islam sebagai klaim sejumlah oknum 4) PANDBTK meminta pemerintah pusat memaksimalkan sosialisasi tentang Prona dan komit melindungi lahan duwe dan pelaba milik  umat Hindu 5) PANDBTK meminta kepada PLN untuk mengkaji kembali terkait proyek Bali Crossing 6) PANDBTK mendukung pendirian Patung Dewi Danu Tertinggi di Indonesia di Desa Songan Kintamani Bangli 7) PANDBTK mendukung Pilkada Serentak 2018 yang damai dan aman 8) PANDBTK mendesak Pemerintah Kota / Kabupaten untuk menerbitkan Perda terkait alih  fungsi lahan 9) PANDBTK mendukung desa adat memiliki perarem anti narkoba. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *