Categories Nasional

WEDAKARNA MINTA SENIMAN, TENAGA KERJA DW, TKI, PRAJURU ADAT SEGERA DAFTAR BPJS

PERESMIAN – Senator RI, Dr. Arya Wedakarna Bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Gianyar, Bupati Klungkung di Saat Peresmian Kantor BPJS

SENATOR RI MINTA BALI LEBIHI TARGET NASIONAL DI BPJS 

Banyak pihak yang tidak mengetahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak saja diperuntukkan hanya kepada kaum professional atau pekerja dikantoran atau pabrik, tapi pelayanan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan juga bisa diperoleh untuk kaum pekerja diluar sektor formal. Dan kemungkinan inilah yang menyebabkan target BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia kalah jauh dengan BPJS Kesehatan. Demikian diungkap oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang membidangi Kesehatan, Kesra dan Tenaga Kerja ( Komite III DPD RI ) usai menghadiri acara peresmian Gedung BPJS Bali Gianyar untuk mengcover wilayah Timur yakni Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem yang dihadiri juga oleh Agus Susanto ( Dirut BPJS ), Guntur Witjaksono ( Pengawas BPJS ) dan A.A.Karma Krisnadi ( Kepala Kantor BPJS Bali Gianyar, A.A.G Agung Bharata ( Bupati Gianyar ), I Nyoman Suwirta ( Bupati Klungkung ). “ Dari data sementara bahwa jumlah peserta BPJS Kesehatan adalah 170 juta jiwa tapi BPJS Tenaga Kerja baru 40 Juta jiwa dari sekitar 265 Juta Penduduk Indonesia. Artinya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan harus lebih dimaksimalkan lagi, karena BPJS adalah hak masyarakat dan kaum Marhaen. Selama ini kan ada image bahwa BPJS tenaga kerja itu hanya untuk pekerja kantoran, pekerja dipabrik dan diindustri. Selain itu minimnya sosialisasi tentang BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi sebab rakyat kita segan untuk mendaftar BPJS. Kedepan harus lebih diintesifkan, terutama menyasar pada kelompok kelompok adat dan komunitas – komunitas tradisional. Ini yang saya minta agar BPJS di Bali bisa membantu tercapainya target nasional. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan adanya BPJS, Senator Wedakarna meminta aparat pemerintah di Bali baik dari tingkat Provinsi, Kabupaten, Camat, Kepala Desa, Lurah hingga ke Klian Dusun termasuk prajuru adat agar memaksimalkan dan menginventarisir komunitas diwilayah masing – masing bisa tercover dengan BPJS Ketenagakerjaan. “ Saya minta di 2018, khusus untuk Bali, agar kantor BPJS di Bai menerapkan srategi berbeda untuk menjangkau kaum pekerja non formal agar bisa melindungi masyarakat dengan Jaminan Sosial. Masyarakat juga harus diedukasi bahwa yang bisa mendapatkan BPJS yakni seniman, buruh pabrik, pedagang swasta, sopir, guide, pekerja kapal pesiar, para TKI dan TKW, pedagang acung, karyawan koperasi, nelayan, kayawan outsourcing, pengurus LPD, guru, dosen, dan karyawan koperasi. Bahkan para pemangku, prajuru adat serta petani Bali yang anggota Majelis Subak juga berhak. Jadi perspektif jangkauan BPJS harus diperluas dan ini membutuhkan bantuan aparat terbawah untuk mensosialisasikan. Sistem pendaftaran juga bisa perkelompok atau perindividu. Iuran juga tidak besar dan manfaatnya luar biasa termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua serta ada manfaat tambahan yakni BPJS memberikan beasiswa hingga Rp 12.000.000 kepada anak pemegang BPJS jika meninggal secara alamiah ( minimal 5 tahun iuran ) atau akibat kecelakaan. Disamping memanfaatkan fasilitas pembiayaan perumahan pekerja. Bagi kaum marhaen ini sangat menguntungkan. “ ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III bidang Kesejahteraan Rakyat. Kedepan ia berharap agar seluruh warga Bali tercover BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. “ Kita beruntung sekali bahwa dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, negara sangat komit akan perlindungan jaminan sosial. BPJS Indonesia adalah terbaik didunia yang hampir full coverage. Program ini hanya bisa disaingi oleh Obama Care di Amerika Serikat. Dan keberadaan BPJS itu adalah amanat UU dan disana fungsi kami sebagai Senator DPD RI untuk memberikan dukungan secara politik dan anggaran . Ini program baik dan harus didukung semua pihak dan saya ingin Bali sebagai contoh terbaik di Indonesia. “ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *