Categories NasionalSatyagraha

WEDAKARNA MINTA PERUSAHAAN DI BALI PRIORITAS REKRUT KRAMA BALI

SATYAGRAHA – Senator RI Arya Wedakarna Saat Pertemuan Bersama Pihak BCA dan Pihak PT DIKA di Kantor BCA Terkait Dugaan Pelecehan Lowongan Kerja Bali

SENATOR RI MINTA KLARIFIKASI BANK BCA TERKAIT LOKER NON-BALI   

Saat reses dimasa sidang 2017 ini dimanfaatkan benar oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III termasuk menanggapi aspirasi masyarakat tentang dugaan diskriminasi terhadap pekerja lokal di Bali terkait dengan pejualan kartu Flazz BCA untuk jalan toll Bali Mandara. Kehadiran Senator RI Dr. Arya Wedakarna ini disambut langsung oleh Frengky Chandra Kusuma ( Kepala Kantor BCA Wil VI Denpasar ), Darwin ( Dirut Danamas Insan Kreasi Andalan ), Bambang Wibisono ( Direktur PT DIKA ) dan Ketut Aam Wangsa Wijaya ( Senior Vice President Sub Divisi Transaction Banking Bussiness Development ) di Kantor Wilayah BCA. Dalam kesempatan itu Senator Arya Wedakarna mendengarkan langsung klarifikasi dari pihak BCA serta PT DIKA terkait adanya viral dimedia sosial tentang laporan dugaan diskriminasi lowongan kerja antara Bali dan non-Bali. Dalam kesempatan itu pihak BCA dan PT DIKA memberikan penjelasan, klarifikasi serta menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah memberikan sanksi tegas pada oknum yang menyebarkan lowongan kerja SARA tersebut, dan menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan kebijakan perusahaan melainkan inisiatif pribadi dan atas kejadian  tersebut pihak BCA dan PT DIKA meminta maaf kepada umat Hindu dan masyarakat Indonesia yang merasa tersinggung. Terhadap hal ini, Senator Arya Wedakarna menyatakan bahwa kedepan setiap perusahaan harus berhati hati dalam proses perekrutan tenaga kerja, mengingat isu anti Pancasila dinilai sangat berugikan perusahaan bisnis dimanapun berada. “ Dunia bisnis, dunia industri, dunia perdagangan dan jasa seharusnya steril dengan hal hal berbagai kepentingan Suku Agama Ras ( SARA ), tidak patut ketika hal ini dilakukan dibumi Bali yang masyarakatnya dikenal religius dan toleran. Jangan membangunkan macan tidur dan mari hargai sesana adat istiadat Bali. Jika berani buka usaha di Bali maka secara etika harusnya perusahaan apapun di Bali tahu diri dengan merekrut orang lokal Bali. Siapapun WNI berhak bekerja di Bali tapi komposisi karyawan  dari unsur lokal harus diperhatikan. Mayoritas umat Hindu di Bali adalah bagian dari aset bangsa Indonesia yang memiliki kesejajaran dimata hukum. Dan saya minta agar pihak BCA serta partner memperbaiki hal itu. “ ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga menekankan bahwa pihak DPD RI saat ini mendorong peran CSR dalam UU mandiri yang akan segera disahkan oleh parlemen, hal ini untuk mendorong agar perusahaan termasuk PT di Bali memberikan pembagian keuntungan dalam tanggung jawab sosial dan lingkungan pada komunitas. “ UU itu punya daya paksa, pihak desa adat, pihak Sekaa Teruna dan masyarakat berhak untuk menagih bagian dari CSR pada perusahaan resmi terdaftar. Itu semua amanat UU dan saya ingin semua pihak memberikan perhatian pada SDM dan SDA dilingkungan masiing – masing. Jika ditemukan laporan negatif, tentu bisa dikenakan sanksi sesuai aturan. Dan saya dengar BCA sudah banyak berkontribusi pada Bali tapi ya itu, kurang disosialisasikan, kurang diberitakan dan kurang melibatkan elemen yang lebih luas sebagai saksi. Akhirnya program yang bagus hanya diketahui oleh karyawan dan keluarganya. Ini yang harus dirubah bukan saja untuk BCA tapi setiap perusahaan yang lain. Dari diskusi tadi, saya juga memuji peran BCA yang sampai saat ini sementara tidak memiliki cabang BCA Syariah di Bali, ini penting karena masyarakat Bali lebih suka menabung di Bank Bank yang Pancasilais dan Nasionalis. Saya minta agar BCA tetap menjadi pilihan bagi 4 Juta umat Hindu Bali dengan pelayanan yang pro budaya dan dresta adat Bali. Kita akan dukung tapi perbaiki kinerja dan jangan sampai lolos lagi isu SARA dalam perekrutan tenaga kerja. Pihak perusahaan perlu menerapkan screening ketat terhadap karyawannya dimedia sosial. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. ( humas )

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *