Categories Hindu

WEDAKARNA LUNCURKAN BUKU PENELITIAN TERKAIT SEJARAH G30 S DI JEMBRANA

SATYAGRAHA –  Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Didaulat Menyerahkan Buku “Batu Agung Bangkit Dari Kenangan G30S” kepada Tokoh Adat, Tokoh Desa, utusan TNI Polri, WHDI di Jembrana

SOSIALISASI MPR RI DI PANTI ASUHAN ARTA KARA KUMARA JEMBRANA

Tradisi baru melibatkan anggota Paguyuban Panti Asuhan Hindu Indonesia (PPAHI) dalam sosialisasi 4 konsensus bangsa disampaikan oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dimulai di Kabupaten Jembrana. Hal ini terekam dalam acara Sosialisasi MPR RI  dihadapan ratusan undangan dari berbagai unsur diantaranya Tokoh Adat, Birokrat, aparat TNI / Polri, Rohaniawan Hindu, Forum Remaja Hindu, Aktivis Hindu dan sejumlah civitas akademika perguruan tinggi. Dalam sosialisasi yang dihadiri pembicara Riky Sembiring,SH ( Solidaritas Mahasiswa Hukum Indonesia Prov Sumatera Utara ) dan Drs. Wayan Sutrisna,M.Si ( Dosen FISIP Universitas Mahendradatta ) membahas terkait dengan perkembangan dan dinamika bangsa Indonesia terkait dengan perlunya sosialisasi 4 konsensus bangsa Indonesia yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Demikian diungkap oleh Dr. Arya Wedakarna dalam sambutannya langsung. “Dalam pandangan politik saya sebagai wakil rakyat, Bali sudah masuk dalam zona kuning, yang berarti  bahwa nilai – nilai Pancasila sudah mulai luntur dikalangan warga Bali  khususnya dikalangan para pendatang atau dalam adat istilahnya tamiu dauh tukad. Kenapa ? karena secara Geo Politik Bali sudah masuk dalam pusaran persaingan ideologi asing khususnya fundamentalis agama. Ini dimulai pada saat Bom Bali I tahun 2002 dan Bom Bali II tahun 2005 yang menjadi titik awal pemicu Bali menjadi ladang ( battlefield ) dari ideologi anti Pancasila. Meminjam istilah Bung Karno dalam buku Dibawah Bendera Revolusi ( DBR ), mereka ini disebut sebagai kaum sontoloyo, kaum anti Pancasila, kaum pengrongrong ideologi.

Dan munculnya isu Bali dalam genggaman, sampai pada teror ISIS pada tahun lalu, jelas memetakan bahwa ada sebagian dari warga Bali khususnya pendatang dan kemungkinan warga asing yang punya agenda untuk menghancurkan Pancasila. Maka dari itu saya mengajak warga Bali khususnya kalangan adat dan tokoh agama Hindu diseluruh Bali agar bersama sama menjaga Bali dan senjatanya adalah Pancasila.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memandang bahwa ada sejumlah Kabupaten / Kota di Bali yang disinyalir menyimpan potensi adanya sel – sel garis keras (fundamentalis) di Bali. “Saya sudah sampaikan ke petinggi TNI beberapa waktu lalu, bahwa ada dugaan sejumlah wilayah di Bali ada potensi garis keras. Jas Merah ya, jangan lupa pesan Bung Karno. Dari banyak diskusi, saya kira Jembrana, Buleleng, Tabanan, Denpasar adalah beberapa wilayah yang perlu dipenetrasi lebih urusan 4 Konsensus ini. Wilayah ini sudah cenderung heterogen dan pengawasan terhadap organisasi dan desa – desa yang tidak sesuai dengan budaya Bali harus diintensifkan. Makanya saya turun ke Jembrana, karena Jembrana ini gerbangnya Bali. “ungkap Gusti Wedakarna yang putra Jembrana ini. Ditempat yang sama, usai acara sosialisasi MPR RI, Dr Gusti Wedakarna juga menyaksikan Buku Hasil Penelitian The Sukarno Center bekerjasama dengan FISIP Universitas Mahendradatta Bali berjudul “Batu Agung, Bangkit Dari Kenangan G30S”. “Buku ini merupakan tindaklanjut dari kehadiran tokoh – tokoh Batu Agung ke The Sukarno Center Tampaksiring yang meminta nasihat terkait upacara menyucikan roh leluhur dan astungkara saya sempat hadir pada upacara puncak di Batu Agung.  Dan  ini adalah komitmen kalangan akademisi untuk mendokumentasikan sejarah Jembrana secara akademis dan apa adanya. Buku ini akan melengkapi sejarah bangsa dan sebagai penelitian akademis ya apapun yang ditulis harus apa adanya. Trimakasih kepada Pemkab Jembrana yang sudah mendukung proses penelitian ini hingga tuntas.”ungkap Gusti Wedakarna didampingi oleh penulis peneliti Drs. Wayan Sutrisna,Msi dan Ni Putu Ari Setiawati,SE  (humas)

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *