Categories BudayaHinduNasional

DR.WEDAKARNA PUJI PELAYANAN SULINGGIH RS BALI MED TERBAIK DI BALI

FOTO – DR. ARYA WEDAKARNA (TENGAH) SAAT FOTO BERSAMA DENGAN PIHAK MANAJEMEN RS. BALI MED SAAT KUNKER RESES

KAUM BRAHMANA BISA GRATIS BEROBAT DI RUMAH SAKIT BALI MED

Mengapresiasi keberadaan Rumah Sakit Bali Med sebagai satu-satunya Rumah Sakit Swasta di Bali yang menerapkan system tata kelola manajemen berbasis Hindu serta mendukung rencana manajemen melakukan ekspansi diseluruh kabupaten/kota di Bali dengan landasan swadharma ajaran Hindu, hal inilah yang disampaikan Senator Komite III Bidang Kesehatan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (M.Tru), MSi saat melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Bali Med Jalan Mahendradatta Denpasar. Kedatangan Dr. Wedakarna disambut baik oleh seluruh jajaran manajemen Rumah Sakit beserta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar diantaranya Dr. I Putu Gede Widharma, SPOG ( Komisaris Utama ), Prof. Dr. Ni Ketut Niti Susila,SpM (R) ( Komisaris ), Prof.Dr. Ketut Suwiyoga, SpoG (B) ( Direktur Pengembangan ), Dr. Ni Made Laksmiawati ( Dinas Kesehatan Provinsi Bali), Dr. I G.A.A.Maswidiastuti ( Dinas Kesehatan Kota Denpasar ). Di damping manajemen, Dr. Wedakarna meninjau sejumlah sarana prasarana pelayanan Rumah Sakit diantaranya Ruangan Layanan Administrasi, Poliklinik, Layanan BPJS, Ruang Rawat Inap Pasien, serta Pelayananan Ruang Inap Suite VIP untuk Sulinggih. Pada kesempatan tersebut melalui Dr. I Putu Gede Widharma, SpoG, tersebut pihak manajemen melaporkan sejumlah hal bahwa  pihak rumah sakit memakai sistem tata kelola manajemen yang berbasis ajaran Hindu dan memiliki karyawan yang secara keseluruhan karma Bali yang bertujuan untuk membantu sesama karma Bali. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya juga saat ini memiliki layanan kesehatan untuk para brahmana atau sulinggih yang menjadi prioritas utama Rumah Sakit sebagai bentuk swadharma sebagai umat Hindu.” Ungkapnya. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini manajemen sedang mengembangkan layanan akses rumah sakit dengan melakukan ekspansi diberbagai kabupaten/kota yang ada di Bali dan saat ini Rumah Sakit Bali Med sudah memiliki dua cabang diantaranya di Kabupaten Karangasem dan Jembrana. Selain beberapa laporan yang disampaikan, pihak manajemen  juga menyampaikan sejumlah aspirasi yang diantaranya terkait dengan pengelolahan layanan BPJS pada setiap rumah sakit swasta. Menurutnya, saat ini kebanyakan rumah sakit swasta yang ingin bekerja sama dengan BPJS kerap dibenturkan oleh status akreditasi yang menjadi salah satu bagian syarat untuk kerja sama layanan tersebut sehingga ia berharap pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap seluruh rumah sakit swasta terkait dengan kendala tersebut. Menanggapi hal tersebut, Dr. Wedakarna menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung atas sistem tata kelola manajemen Rumah Sakit. “ Saya melihat bahwa apa yang diterapkan manajemen dengan menerapkan sistem yang berlandaskan filosofi Hindu dan ini merupakan bagian dari bentuk gerakan Satyagraha apalagi dengan kualitas rumah sakit yang memberikan layanan bagi para brahmana kita, tentu hal inilah yang harus dicontoh bagi Rumah Sakit lainnya yang ada di Bali. Saya yakin kedigjayaan umat Hindu akan kembali  apabila ideologi seperti ini terus dipertahankan kedepannya dan saya mendukung berbagai upaya planing strategis yang dilakukan manajemen guna melakukan pengembangan dan pembentukan cabang-cabang Bali Med diseluruh Bali maupun Indonesia.” Ungkap Dr. Wedakarna. Terkait dengan akreditasi, Dr. Wedakarna menyampaikan bahwa status akreditasi memang menjadi salah satu bagian dari syarat mutlak yang ditetapkan guna meningkatkan status rumah sakit, akan tetapi perlu adanya evaluasi atas regulasi yang ditetapkan dalam hal  syarat yang menjadi acuan dalam peningkatan akreditasi rumah sakit sehingga tidak mempersulit rumah sakit swasta yang bisa dikatakan hanya memiliki anggaran swadaya yang bersifat mandiri. Tentu hal inilah yang kerap menjadi hambatan bagi Rumah Sakit swasta untuk meningkatkan daya kualitas layanan dan sistem sehingga banyak rumah sakit swasta yang gagal dan hanya memiliki predikat status C. Lebih lanjut, dirinya mendukung agar pemerintah eksekutif memberikan regulasi yang bijak guna mempermudah rumah sakit swasta yang ingin berkembang dan meminta pemerintah daerah dapat bersinergi dengan rumah sakit swasta yang ada di Bali khususnya mendukung Rumah Sakit Bali Med mendapat akreditas tipe B.” Pungkasnya.

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *