Categories Hindu

WEDAKARNA MINTA RS SWASTA MILIK PRIBUMI HINDU HARUS BERBENAH JIKA INGIN EKSIS

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Manajemen RS dan Perwakilan Karyawan di RS Manuaba

SENATOR BALI TINDAKLANJUTI ASPIRASI TERKAIT MASALAH GAJI UMR

Setiap aspirasi yang datang ke anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali , Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selalu ditindaklanjuti dengan segera, baik itu aspirasi melalui surat resmi, sms, whatsapp ( WA ) atau media Instagram @aryawedakarna maupun media Facebook @Dr Arya Wedakarna. Salah satunya respon cepat yang dilakukan oleh Senator Wedakarna saat hadir dalam RDP bersama Direktur  RS, Tenaga Kesehatan dan Karyawan RS Manuaba untuk menindaklanjuti aspirasi salah satu karyawan yang melaporkan terkait adanya ketimpangan gaji di RS Manuabda. Dalam pertemuan tersebut, secara adil, Senator Wedakarna mendengarkan informasi dari semua pihak baik unsur yayasan, manajemen RS dan karyawan untuk mendengar permasalahan lebih jernih. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna menyampaikan harapannya agar kedepan, manajemen RS Swasta di Bali khususnya RS yang didirikan oleh  masyarakat pribumi Bali dan umat Hindu harus berani bersaing secara kualitas dan diharapkan tidak melulu menghadapi masalah secara internal. “Saat ini, masyarakat kita sangat mementingkan kualitas dalam kesehatan. Dan saya prihatin, RS lokal di Bali ini kurang memiliki daya saing, baik dari kualitas maupun penampilan fisik gedung serta SDM. Coba lihat RS yang datang dari luar Bali, dari masuk lobi saja semua sudah ketahuan kualitasnya. Saya minta segera berbenah, ini penting agar RS yang dikelola oleh orang lokal apalagi termasuk RS bersejarah agar bisa bertahan. Harus ada penguatan diinternal manajemen. Dan sebisa mungkin menghindari masalah masalah domestik.”ungkap Gusti Wedakarna.

Terkait dengan aspirasi terkait UMR, pihak DPD RI Bali menyampaikan bahwa kedua pihak harusnya saling mengerti, dan tunduk pada aturan yang ada. “RS termasuk kategori lembaga besar dengan aturan dan standar tinggi.  Ada parameter menurut aturan Menteri, begitu juga adanya peraturan ditingkat daerah. Jadi semestinya lembaga yang berani mengklaim dirinya besar ya harus berani memastikan upahnya sesuai dengan UMR Provinsi Bali 2017. Apalagi SDM Tenaga Kesehatan kan memang syaratnya punya kemampuan akademik yang baik. Karena ini masalah pelayanan kesehatan, berurusan dengan nyawa manusia. Baik itu tenaga kesehatan dokter, perawat, house keeping, laundry, reception semua sama penting. Dan saya minta kepada RS Manuaba segera diselesaikan dan semoga tidak ada yang di PHK apalagi mayoritas kerja adalah semeton Bali. Disatu sisi karyawan juga harus mengerti keadaan RS dan perhatian RS itu kan tidak hanya disisi gaji, tapi juga RS sudah bantu fasilitas kesehatan, obat murah, dan pinjaman sewaktu waktu. Dan jika RS sudah maju, anda berhak menuntut kesejahteraan, tapi jika masih berjuang ya agar ada permakluman.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mendukung kedepan agar RS Manuaba dan RS Swasta lainnya di Bali untuk segera menjadi bagian dari BPJS karena pelayanan masyarakat saat ini sangat perlu. “Saya dukung RS Swasta agar segera menjadi mitra BPJS. Memang harus berkorban membangun gedung baru sesuai syarat, tapi mau gimana lagi. Jika tempat sempit ya bisa buka cabang ditempat lain. Saya ingin RS Manuaba juga bisa membentuk Group Holding dan punya  banyak cabang. Ini akan buat Bali bangga. Kami selaku anggota DPD RI adalah pengawas UU dan UU terkait Jaminan Kesehatan mutlak untuk dijalankan oleh negara. Kini tinggal bagaimana kedepan RS Swasta bisa jengah untuk mewujudkan hal ini. Saya juga siap membantu memberikan rekomendasi jika ada RS Swasta di Bali yang butuh bantuan pemerintah pusat. Semua harus bersinergi. This is Satyagraha. ”ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III DPD RI bidang Kesehatan ini. (humas )

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *