Categories Budaya

SENATOR WEDAKARNA MINTA SEKOLAH DI BALI LARANG SISWA BAWA HP KE DALAM KELAS

SIDAK – Senator RI, Dr. Arya Wedakarna Saat Infeksi ke SMK Triatma Jaya Tabanan didampingi Disdik Provinsi Bali

DPD RI TURUN KE SMK TRIATMA JAYA TERKAIT VIDEO PELECEHAN SEKS

Belum selesai masalah pelecehan Guru yang viral dimedia sosial oleh oknum siswa SMKN 3 Denpasar beberapa waktu lalu, kini muncul masalah senada di SMK Triatma Jaya Tabanan yakni terkait adanya tindakan asusila yang dilakukan oleh siswa SMK yang  juga telah menjadi viral dimedia massa. Bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan UPT terkait, Senator DPD RI asal Bali yakni Dr Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang membidangi pendidikan agama, pemuda dan perempuan hadir langsung mengadakan inpeksi ke SMK Triatma Jaya Tabanan. Rapat tersebut langsung menghadirkan siswa yang menjadi pelaku dari pelecehan seksual beserta orang tuanya. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepala sekolah menyampaikan kronologis kejadian serta usaha – usaha untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan menggandeng UPT Pendidikan dan Dinas Pendidikan hingga Komisi Perlindungan Anak. Selain itu, Senator Arya Wedakarna juga meminta langsung klarifikasi dari sejumlah pelaku dan meminta masukan dari orang tua, pelaku, terkait dengan tindakan yang telah memalukan dunia pendidikan di Bali ini. “Saya datang ke sekolah ini karena urusan viral video ini sudah masuk ke Senayan, sudah ada laporan yang masuk. Sehingga mau tidak mau, sesuai dengan amanat UU kami harus membantu menyelesaikan masalah ini. Ini adalah dampak dari penggunaan teknologi yang sembarangan. Ini agar dijadikan pelajaran bagi sekolah sekolah di Bali agar mengetatkan aturan tentang penggunaan HP didalam kelas. Saya sudah bersurat ke Dinas Pendidikan Bali, bahwa Disdik Bali agar secepatnya mengeluarkan surat edaran agar sekolah di Bali tidak mengijinkan siswanya membawa HP kedalam kelas. Setidaknya HP disimpan dimotor masing-masing, tapi jangan dibawa ke ruangan kelas. Jangan sampai reputasi dan prestasi sekolah dibangun bertahun-tahun tapi hancur karena tayangan 30 detik. Sudah ada beberapa kabupaten dan sekolah di Bali yang menerapkan hal itu dan hasilnya sangat positif. Saya tolak jika ada alasan bahwa siswa menggunakan HP untuk mencari bahan bahan mata pelajaran itu sudah ranah guru bukan siswanya. Multi media bisa dengan computer / laptop tidak hanya sekedar dismartphone, saya lawan argumen itu. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga mengingatkan bahwa ada konsekwensi  UU terkait kejadian ini yakni mereka terancam UU ITE Nomor 19/2016 dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda sebanyaknya Rp. 1 Milyar serta UU Pornografi Nomor 44 Tahun 2008. Sejumlah rekomendasi DPD RI Bali ditunjukan terkait masalah ini yakni 1) Senator tidak setuju pemecatan siswa dimaksud, namun diberikan sanksi administrasi tertinggi yakni Skorsing surat peringatan I dan III.2 2) Meminta siswa tersebut membuat pernyataan meminta maaf pada sekolah dan masyarakat sebagai bukti hukum bahwa masalah ini diselesaikan dengan adat. 3) Senator mempertimbangkan langkah politik dengan merekomendasikan pemberhentian bantuan yang bersumber dari dana pemerintah kesekolah sebelum ada perbaikan karakter, mengingat dengan munculnya kejadian ini juga menjadi parameter gagalnya pendidikan karakter 4) Senator berpendapat bahwa walau masalah ini sudah diselesaikan dan dimediasi, namun tidak menghalangi jika kedepan ada masyarakat yang merasa keberatan untuk melanjutkan hal ini ke masalah hukum 5) Terkait aspirasi orang tua  murid, bahwa diharapkan SMK Triatma Jaya yang ada dibawah yayasan bernuansa Kristen, agar membuatkan pelinggih diareal sekolah, mengingat 97% siswa yang terdaftar adalah umat Hindu. Orang tua meyakini kejadian ini sebagai bagian dari Rwa Bhineda Sekala Niskala. DPD RI Bali mendukung agar dibuatkannya Pelinggih untuk memenuhi hak hak guru agama Hindu dan siswa yang beragama Hindu. “Dengan kejadian ini saya minta kepada semua pihak agar benar benar menjaga karakter anak didik kita. Ini tugas kita bersama.  Kejadian Viral ini sudah menjadi isu nasional, kasihan nama Bali yang katanya spiritual, agamais dan suci tapi ada tindakan asusila disekolah. Sekolah adalah tempat Jnana, tempat berstananya Dewi Saraswati dan mari kita hargai. Saya akan segera rapatkan masalah ini dengan Sekolah diseluruh Bali agar tidak lagi terjadi dikemudian hari. “pungkas Senator Dr. Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini (Humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *