Categories HinduInternasionalSatyagraha

WEDAKARNA MINTA SEMUA UMAT HINDU JAGA CATUR DANU SEBAGAI SUMBER MATA AIR BALI

Satyagraha – Senator DPD RI, Dr Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Hadir Dalam Acara Deepawali Internasional Di Danau Tamblingan Buleleng

WORLD HINDU YOUTH ORGANIZATION GELAR DEEPAWALI  DI TAMBLINGAN

Untuk ke-11 kalinya komponen generasi muda Hindu Internasional, menyelenggarakan acara 11th International Deepawali Festival 2017  di salah satu danau sakral di Bali yakni Danau Tamblingan, tahun lalu kegiatan yang sama diadakan di Danau Buyan, setelah sebelumnya dilaksanakan di Danau Beratan Bedugul. Pemilihan lokasi Danau Tamblingan tahun ini sangat bermakna strategis yakni menjadikan danau – danau di Bali termasuk Danau Tamblingan sebagai pusat spiritual Hindu Bali. Demikian ungkap Luh Cristianawati ( Ketua Panitia Acara Deepawali Festival ) disela -sela acara yang melibatkan beberapa tokoh Hindu Internasional ini. “ Selama ini anak muda Hindu Bali hanya banyak kenal dengan Danau Beratan di Tabanan dan Danau Batur di Bangli. Wawasan mereka terhadap dua danau di Buleleng yakni Buyan dan Tamblingan agak kurang. Maka dari itu kami ajak sekitar 500 anak muda dari lintas Kabupaten untuk hadir di Danau sakral ini. Tamblingan telah memiliki sejarah yang kuat dengan kejayaan  Bali. Dan ini  yang ingin kita perkenalkan melalui acara Deepawali ini” ungkap Cristianawati. Hal ini senada juga disampaikan oleh Senator DPD RI Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang turut hadir dalam acara tersebut, yang menyatakan bahwa sebuah kewajiban bagi semua umat Hindu di Bali untuk melestarikan Catur Danu agar Bali tetap bertahan dari sisi ketahanan air dan pangan. “ Selaku pribadi dan sebagai anggota DPD RI, saya senang sekali dengan upaya dari Pemkab Buleleng untuk melestarikan Danau Tamblingan dari pemukiman dan juga zonasi yang mulai ditata. Memang seharusnya begitu, karena Danau Tamblingan ini memiliki nilai sakral. Sejarah Ida Betara Dalem Tamblingan dan keberadaan pura pura pingit diwilayah ini harus dijaga secara sekala, yakni dengan mengamankan wilayah dari sentuhan manusia. Semakin banyak sentuhan manusia maka semakin tidak baik. Khusus untuk Buyan dan Tamblingan memang perlu perlakuan berbeda. Saya dukung ini. “ungkap Dr. Wedakarna yang President The Hindu Center of Indonesia ini. Kedepan semua pihak harus menjadikan Tamblingan sebagai pusat air yang suci dalam rangka menjaga ketahanan Bali Dwipa. “ Sejak dulu ada ide didirikan pembangkit listrik tenaga uap dari panas bumi dan saya tetap menolak. Saya tidak mau kejadian keringnya danau di Jawa Tengah terulang. Saya ingin Bali ini steril dari pembangunan yang tidak bertanggung jawab. Dan maka dari itu perlu kerjasama semua pihak. Danau Tamblingan harus disterilkan dan harus dijaga kesuciannya. Ini harapan saya. Petunjuk dari Jero Dalem Tamblingan juga harus didengar agar senantiasa bisa dijalankan. Juga perhatian terhadap 4 desa ( Desa Munduk, Gesing, Gobleg, dan Umejero ) yang mengempon juga harus dilibatkan. Kita akan berbuat sesuatu untuk tempat ini. Semoga lestari. “ ungkap Gusti Wedakarna.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *