Categories Nasional

DUKUNG PENINGKATAN SUMBERDAYA PARIWISATA MELALUI PENDIDIKAN DAN SERTIFIKASI TENAGA KERJA

BKSP – Foto Bersama 13 ( Tiga Belas ) Anggota BKSP DPD RI Usai Sosialisasi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ) di Kantor Gubernur Bali

SOSIALIASI MEA ANGGOTA BKSP DPD RI DI KANTOR GUBERNUR BALI

Daerah sebagai penyangga ekonomi nasional akan mendapat serbuan dari tenaga asing dan dijadikan market produk import dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN ( MEA ). Indonesia dan 9 negara anggota ASEAN lainnya, telah bersepakat untuk meluncurkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tanggal 31 Desember 2015 yang lalu, dengan tujuan untuk menciptakan sebuah pasar tunggal dan basis produksi (single market and production base) yang berdaya saing dan menyatu dengan ekonomi dunia. Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) yang dihadiri oleh 13 Anggota BKSP DPD RI, yakni Dr. Arya Wedakarna (Provinsi Bali), Tellie Gozelie (Bangka Belitung), Harpinto Tanuwidjaja (Kep. Riau), Rugas Binti (Kalimantan Tengah), AD Khally (Gorontalo), Asmawati Marzuki Ali (Sumatera Selatan), Emillia Contesa (Jawa Timur), Charles Simaremare (Papua), Dailami Firdaus (DKI Jakarta), Bahar Ngitung (Sulawesi Selatan), Adrianus Garu (NTT), Emma Yohanna (Sumatera Barat), dan Ahmad Jajuli (Lampung) hadir di daerah provinsi Bali untuk mensosialisasikan terkait dengan dukungan peningkatan sumberdaya pariwisata melalui pendidikan dan sertifikasi tenaga kerja. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Gubernur Bali, Forkopimda Provinsi Bali, unsur – unsur pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah serta para praktisi di sektor pariwisata di Provinsi Bali, hadir juga narasumber dari Kemendagri RI, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Bali dan Kaprodi Pariwisata FIB Universitas Gajah Mada (UGM). Dalam sosialisasi MEA dibahas tiga point penting yakni persaingan terkini yakni antara jaringan vs jaringan yang mengharuskan untuk bergabung dengan berbagai kekuatan Negara lain dalam memperkuat daya saing, termasuk dalam sektor pariwisata. Dalam memperkuat branding tujuan wisata baik seperti event – event MICE, festival, pertemuan – pertemuan Internasional. Bali telah menjadi tujuan wisata nomor satu di Indonesia, banyak barang – barang dari daerah lain yang dijual seperti souvenir, handicraft, maupun hasil industri hilir lainnya. Namun dalam persaingan yang dipengaruhi oleh perubahan teknologi informasi ( digitalisasi ) dan perubahan hidup, branding tujuan wisata dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memperkuat daya saing pariwisata. Serta perubahan pada paradigma pengelolaan pariwisata dari mass tourim menjadi misalnya pariwisata community based tourism dimana wisatawan ingin mencari pengalaman kehidupan sebuah masyarakat yang tidak dikelola dalam mass tourim. Dalam kesempatan tersebut, anggota BKSP DPD RI yang juga sebagai tuan rumah acara, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menyampaikan beberapa point dalam kegiatan sosialisasi tersebut “ Pada dasarnya SDM di Bali sudah sangat kreatif tetapi kelemahannya adalah pasca produksi, seperti pengemasan branding dan sistem marketingnya. Orang Bali ( Hindu ) harus merebut posisi HRD, posisi manajemen sumber daya manusia. Ini ibaratnya seperti urat nadi diperusahaan. Dan kuncinya adalah orang Bali harus kritis, berani bersuara dan berani membela budaya. Ini salah satu syarat jika orang Bali ingin menjadi  first class citizen di republik ini. Peningkatan SDM tenaga kerja pariwisata melalui pendidikan dan sertifikasi tenaga kerja merupakan bagian penting, baik melalui jalur pendidikan formal seperti sekolah tinggi vokasi maupun jalur pelatihan seperti kursus‐kursus, lembaga pelatihan kerja (BLK) dan pemagangan di tempat kerja dan sertifikasi kompetensi di bidang pariwisata bertujuan untuk memberikan pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja dan sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja. Hal ini lah yang kami dorong agar nantinya para pelaku pariwisata sudah sangat berkompeten dalam menghadapi MEA khususnya generasi muda Bali “ ungkap Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Diakhir kesempatan Ketua BKSP DPD RI, Drs. H. Bahar Ngitung menyampaikan bahwa “ Hasil dari sosialisasi ini akan menjadi masukan bagi BKSP DPD RI dalam menyusun berbagai strategi dan langkah-langkah untuk mempromosikan investasi daerah, termasuk pariwisata, ke berbagai mitra misi diplomatik dan internasional. Ini juga diharapkan dapat mengangkat kapasitas dan daya saing daerah dari segi sumber daya manusianya maupun produk-produk unggulannya.” Pungkasnya.
( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *