Categories BudayaHindu

GUSTI WEDAKARNA SARANKAN KUATKAN SPIRITUAL UNTUK JADI PEMIMPIN

Foto – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Shri Ida Bhagawan Agra Sagening dan Ida Bhagawan Isha beserta Semeton Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori

 HADIRI UPACARA PURA DADIA TEGEH KORI DI BONGAN TABANAN

Upacara di Bali sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam ritual yang diyakini oleh masyarakat Bali karena sudah dilaksanakan turun termurun dan tetap menjaga warisan luhur, dan biasanya Upakara di Bali memang tidak luput dengan berbagai macam Upacara yang dilaksanakan dan itu memiliki makna dan arti yang berbeda-beda, begitupun Upacara Ngerainan yang dilaksanakan oleh semeton Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori di Pura Batur Kawitan yang berada di Tabanan dan acara tersebut dilaksanakan rutin sebulan sekali dan untuk Odalannya itu 6 bulan sekali dan dalam rangkaian Upacara tersebut diisi testemoni kerohanian oleh Ratu Sulinggih Shri Ida Bhagawan Agra Sagening dan Ida Bhagawan Isha serta Gusti Wedakarna selaku Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali yang turut hadir diacara tersebut. Ia pun menyarankan kepada semeton Tegeh Kori untuk selalu bersatu dan percaya diri. “ Tiang sangat senang saat ini hadir di tengah-tengah semeton saya yang masih semangat dan bersatu untuk menjaga warisan leluhur karena tiang rasa perlu untuk terus menjaga warisan leluhur, tetapi sekarang kita lihat rangkaian acaranya sudah sangat bagus karena tiang rasa ini Jnana karena ada Dharma Wacana dan Dharma Tula nya dan inilah yang menjadikan cikal bakal yang pertama untuk warih kita untuk menjadi orang yang cerdas, “ Ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan upacara ini Gusti Wedakarna menyampaikan pandangannya terhadap semeton Tegeh Kori untuk tetap bersatu. “ Tiang sampaikan juga kepada warih-warih Tegeh Kori supaya kita sebagai keturunan Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori harus percaya diri karena kita ini kalau secara sejarah keturunan Arya yang pertama karena pada saat ekspidisi Mahapatih Gajah Mada ke Pulau Bali yang diperintahkan oleh Ratu Tri Bhuana Tunggal Dewi (Ratu Majapahit) yang pada saat itu didampingi oleh para arya. Kita sebagai warih ini harus percaya diri dan tetap berpegang teguh karena salah satu contoh di Pura ini, yang mempunyai Meru Sebelas, inilah yang merupakan rasa percaya diri yang luar biasa yang harus tetap dijaga oleh semeton, karena di Bali itu tidak sembarangan untuk bisa mendirikan Meru Sebelas ini. Jadi tiang sarankan untuk tetap bersatu, karena untuk menjaga taksu Pura yang merupakan peninggalan leluhur kita harus bersatu dan percaya diri, “ungkap Gusti Wedakarna’’. Dan sebagai Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali ia pun tidak lupa untuk memberikan semangat terutama anak muda yang hadir di acara tersebut, “ Satu lagi yang harus tiang sampaikan khususnya untuk anak-anak muda yang mana nantinya mau  menjadi seorang pemimpin, itu yang pertama syaratnya ialah SPIRITUAL karena tidak mungkin kita jadi seorang pemimpin kalau tidak mendalami spiritual, karena itu syarat yang utama untuk yang mau jadi pemimpin yaitu dengan rajin sembahyang dan untuk mengimbangi antara sekala dan niskala jangan lupa satu lagi kalau mau jadi seorang pemimpin itu yaitu harus cerdas dan kalau bisa sekolah setinggi-tingginya karena Jnana itu penting, seperti yang disabdakan Sri Krisna satu-satunya yang bisa menyelamatkan kaum manusia dimasa depan itu adalah Jnana, makanya sekarang kepada anak muda saya sarankan penuhi syarat itu dan rajinlah membaca Kitab Suci dan sekolah setingi-tinginya, jangan hanya aktif di media sosial, ‘’Tuntas Gusti wedakarna selaku Sekjen Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *