Categories HinduNasionalSatyagraha

AGAR EKSIS, UMAT HINDU LUAR BALI HARUS LEBIH AKTIF TERLIBAT POLITIK BANGSA

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Nyoman Selamet ( Direktur THCI Sulteng ) dan tokoh PHDI dan ormas Hindu di Kota Palu Sulteng

WEDAKARNA LUNCURKAN BUKU HINDU SULTENG DI UNIV TADULAKO

Tidak banyak pemuda bangsa saat ini yang memiliki konsistensi dalam berjuang sebagaimana dicontohkan oleh sosok Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III khususnya dalam bidang organisasi kepemudaan. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana perhatian Dr Arya Wedakarna terhadap umat Hindu diluar Bali terus dilakukan secara konsisten terutama memberikan perhatian pada daerah untuk menciptakan database Hindu melalui penelitian ilmiah dan ini dibuktikan dengan diluncurkannya Buku The Hindu Center Of Central Sulawesi ( Sulawesi  Tengah ) berjudul : Hindu Di Tanah Kaili Sejarah, Eksistensi Dan Kontribusi Umat Hindu Di Sulawesi Tengah Dalam Pembangunan. Dalam kunjungan singkatnya ke Palu, Sulteng, disela – sela tugas sebagai seorang Senator Indonesia, Dr. Arya Wedakarna memenuhi undangan organisasi Unit Pengkajian Hindu Dharma Mahasiswa ( UPHDM ) Universitas Tadulako Palu untuk hadir diacara Dharma Santi dan Seminar Nasional Kepemimpinan Hindu yang dirangkaian dengan peluncuran buku The Hindu Center Of Central Sulawesi yang penelitian dan pencetakan bukunya dibiayi oleh The Hindu Center Of Indonesia pusat di Bali. Selaku pimpinan tertinggi lembaga The Hindu Center Of Indonesia, Dr. Arya Wedakarna menyampaikan motivasinya dihadapan hampir 300 undangan yang hadir di Kampus Tadulao agar umat Hindu Sulteng tidak gampang menyerah dalam perjuangan hak hak sebagai warga negara termasuk menolak adanya diskriminasi terhadap agama Hindu. “Saya minta kepada anak muda Hindu keturunan kaum transmigrasi diluar Bali, bahwa keberadaan kantong – kantong transmigrasi di Indonesia adalah kehendak dari Sang Hyang Widhi. Jika tidak ada gunung agung meletus pada tahun 1963, maka agama Hindu mustahil bisa bangkit sebagaimana ramalan Sabdo Palon Nayogenggong. Gunung Agung meletus adalah mulainya peran dari Bali untuk menjadi lokomotif kebangkitan Majapahit. Dan kini, di 34 Provinsi di Indonesia, Hindu Bangkit lagi, Hindu memiliki Pura Jagatnatha yang besar besar, Hindu bisa menikmati perlindungan negara lewat UU Cagar Budaya 11/2010 tentang pemanfaatan Candi. Dan kini secara ekonomi, financial platform ekonomi orang Hindu diluar Bali sangat baik bahkan cenderung meningkat. Ini apa artinya ? bahwa dimasa depan, umat Hindu di luar Bali justru akan lebih kaya, lebih bahagia, lebih hebat penghidupannya dan itu adalah cita cita bangsa kita yakni mencapai rakyat yang sejahtera.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memberikan pandangan bahwa kedepan bahwa anak muda Hindu harus cerdas – cerdas menjawab dan beragumentasi jika dihadapkan pada bingkai perdebatan antar agama. “Sejak Pilkada DKI, seakan – akan muncul polarisasi antara kaum nasionalis vs kaum radikal termasuk fenomena semakin mengelompoknya gerakan ekslusif kaum mayoritas yang  berhadapan dengan minoritas. Walau tidak sepenuhnya benar, tapi gesekan dilapangan, dimedsos itu pasti ada. Dan Hindu tentu juga mendapatkan dampak, dan saya harapkan anak muda Hindu bisa menjaga nasionalisme, menjaga sikap tanpa kekerasan dan mampu beragumentasi tanpa menyakiti siapapun. Dan ilmu itu ya didapat dari dunia perguruan tinggi. Hindu adalah garda terdepan menjaga Pancasila karena dibuktikan dengan bahasa Sansekerta Bhineka Tunggal Ika Weda yang digenggam oleh Garuda Pancasila. Ini menjadikan Hindu harus masuk kelevel nasional karena nilai nilai Hindu selaras dengan visi bangsa ini. ”ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center. Diakhir acara, Senator Wedakarna berharap agar umat Hindu di Sulawesi Tengah yang kini adalah umat mayoritas kedua agar mampu melahirkan pemimpin dari kalangan umat Hindu. “Saya berharap pada Pemilu 2019 muncul anggota DPR RI, DPD RI dari semeton Bali di Sulteng. Di Kabupaten Parigi Moutong kita bisa punya wakil bupati. Dan dari jumlah dan sebaran penduduk, kita bisa menempatkan satu fraksi ditiap kabupaten / kota. Jika Hindu ingin ekses, maka Hindu harus terlibat politik satyagraha. “ungkap Gusti Wedakarna. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *