Categories BudayaHindu

WEDAKARNA RESMIKAN “PARANTENAN KONG CO ZAO JUN GONG” DI TANAH KILAP

Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Foto Bersama Pihak Kongco Dwipayana dan Balai Wilayah Sungai Bali Penida di Kantor DPD RI Renon

SENATOR RI TURUN TANGAN SETELAH ADA PENOLAKAN BALAI WILAYAH SUNGAI BALI PENIDA

Setelah berhasil memediasi dan menyelesaikan masalah penolakan pembanguan Wihara di Kabupaten Buleleng oleh warga adat, kini Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali membantu umat terkait dengan penolakan oleh Balai Wilayah Sungai Bali Penida terkait  pembangunan Pelinggih Parantenan Kong Co Zao Jun Gong yang berada di Tanah Kilap Denpasar. Dari proses audiensi pengempon di Kantor DPD RI, sampai pada rapat dengar pendapat ( RDP ) yang digelar resmi yang dihadiri oleh Ketut Jayada (Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida), I Md Jendra (Kanwil Kemenag Bali), Eka Juana (Perwakilan Dinas PUPR Prov. Bali), Mertawan (Dinas PTSP Prov. Bali), Ida Ayu Surasmika (Dinas PTSP Kota Denpasar), Komang Wiweka (Dinas PUPR Kota Denpasar), I B Windu (Kemenag Kota Denpasar), I Made Dawa (Kantor Camat Densel), I Wayan Suparta (Kantor Desa Pemogan) dan Ida Bagus Adnyana (Griya Kongco Dwipayana), akhirnya Senator Arya Wedakarna mengeluarkan rekomendasi untuk mendukung pembangunan Pura Parentenan sebagai wujud kebutuhan umat di Tanah Kilap Denpasar. Dan harapan agar Pelinggih tersebut bermanfaat disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna disela sela meresmikan Pelinggih Pura Parantenan Kong Co Zao Jun Gong di Tanah Kilap, Denpasar. “Sebenarnya tidak perlu ada penolakan dari siapapun apalagi dari kantor pemerintah terkait hal ini. Yang dibuat oleh pihak Kong Co adalah Pelinggih yang sederhana, dan tidak memakai lahan yang banyak diatas lahan milik publik, apalagi ini untuk kebaikan umat di Tanah Kilap ini sudah ada dua tempat ibadah yakni Pura Candi Narmada dan Kong Co dan umat Hindu, umat Budha dan umat Tri Dharma semua memanfaatkan dengan baik selama bertahun tahun. Maka dari itu saya beri rekomendasi agar pembangunan ini bisa berjalan sesuai koridor. Dan saya ingatkan juga untuk pejabat pejabat dikantor kantor pemerintah agar tidak terlalu kaku dalam mengimplementasikan peratuan dilapangan. Bali ini harus berkepribadian dalam bidang budaya dan agama Hindu di Bali adalah akar budaya Bali. Dan setelah saya lihat kelapangan ternyata hasil pembangunan pura dimaksud ternyata cukup baik dan tidak seperti yang dikhawatirkan dan kini malah terkesan kawasan menjadi bersih dan tidak kumuh lagi. Saya harap sekarang umat Hindu dan Budha bersatu padu. “ungkap Gusti Wedakarna. Pihak Kong Co pun mengucapkan terimakasih kepada Senator RI Arya Wedakarna yang telah mendengar aspirasi dari umat terkait dengan masalah ini. “Saya mewakili umat yang sering tangkil ke Kong Co ini mengucapkan terimakasih, baru kali pertama ada pejabat wakil rakyat yang langsung bertindak dan membantu kami ketika kesusahan. Tidak sampai 90 hari sejak kami sampaikan aspirasi, beliau langsung merapatkan, langsung membantu dan mengawal hingga selesai. Seandainya semua pejabat di Bali bekerja keras seperti Ratu Gusti Wedakarna. Kami salut bahwa memiliki pemimpin Bali yang sangat peduli dengan umat minoritas seperti kami. Semoga kebaikan Senator Arya Wedakarna dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kini ribuan warga berkumpul untuk ikut prosesi Dewa Dapur atau Dewa Rejeki, dan kami akan sampaikan kebaikan hati Gusti Wedakarna terhadap umat semua. “ungkap Ida Bagus Adnyana ( Pimpinan Kong CO Dwipayana ). Usai melakukan persembahyangan, Gusti Wedakarna melakukan peninjauan dilokasi Pura yang baru dan menyapa ratusan umat lintas agama yang sedang menanti berkah dari Kongco sehubungan dengan upacara yang diadakan. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *