Categories BudayaHinduInternasional

SENATOR WEDAKARNA MINTA SINEAS MUDA BALI MANFAATKAN BRANDING “BALIWOOD”

BIFFEST – Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Mengajak Pemenang Kuis IG @aryawedakarna untuk nonton bareng Film LEAK

15th BALI INTERNATIONAL FILM FESTIVAL  AJAK NONTON FILM “LEAK”

15 Tahun yang lalu, disaat Bali prihatin dengan kejadian Bom Bali I Tahun 2002 , bertempat di Museum ARMA Ubud, tokoh muda Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIII dihadapan praktisi pariwisata dan seniman Bali, Arya Wedakarna ( AWK ) menggagas sebuah branding baru bagi industry perfilman Bali yakni “BALIWOOD”. Konsistensi selama 15 tahun menjalankan Royal Bali International Film Festival ini kini diganjar dengan nama baik dari para sineas nasional dan internasional.Silih berganti para sineas hadir dalam di Bali setiap tahunnya. Tidak terhitung artis internasional dan nasional ikut serta dalam BIFFEST yang disebut sebut sebagai festival film yang paling konsisten di Indonesia ini, termasuk pada 15th Royal BIFFEST 2017 yang diikuti sineas asal Indonesia, India, Hungaria, Mesir, Singapura dan Myanmar. Istimewanya, dalam 15th BIFFEST 2017 ini diadakan sebuah program kerjasama dengan produser film LEAK yang ditandai dengan acara nonton bareng film Leak di Denpasar Theater dengan mengajak sejumlah pecinta film Bali. Apresiasi secara langsung disampaikan oleh Arya Wedakarna saat hadir diacara pemutaran film Leak. “Semangat BIFFEST adalah untuk menciptakan movie maker handal dari Bali yang kita harap bisa menasional dan menginternasional. Kita senang bahwa tahun ini semakin banyak muncul potensi potensi muda Bali yang berani mengambil panggung cinema dan saya sangat mengapresiasi. Kedepan, harus lebih banyak anak muda Bali yang menguasai dunia digital, yang menguasai bidang theater, dan juga jago dibidang film maker. Karena Bali tidak bisa tergantung dengan pariwisata. Tentu gerakan ini harus didukung dengan regulasi pemerintah yang pro terhadap industri kreatif. Saya yakin Baliwood suatu saat akan bisa menjadi seperti Holywood di AS, Bollywood di India dan Chinawood di China. Nama Bali sangat keren untuk menjadi branding.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mengingatkan krama Bali, bahwa kedepan Baliwood bisa mengangkat ekonomi orang Bali. “Visi Baliwood itu luas. Bali adalah panggung besar bagi industri film dunia. Lihat saja kehebatan film Eat Pray Love yang dibintangi Julia Roberts ( A Lis Artist ) asal AS. Ini kan sangat mempengaruhi branding Bali. Kedepan Bali harus memiliki sekolah film independen, tempat tempat workshop yang melatih anak muda menjadi sutradara dan penulis naskah film, juga orang –orang kaya di Bali agar mereka bisa menjadi produser sebagai pilihan investasi menjanjikan, dorongan agar diseluruh kabupaten di Bali mendirikan bioskop bioskop dan tidak hanya terpusat di Denpasar dan Badung, pusat casting artis dengan standar internasional dan yang paling penting adanya SDM yang mumpuni. Itu cita cita saya dan astungkara selama 15 tahun ini sudah berjalan dengan sangat baik dan sedikit sedikit sudah terpenuhi. “ungkap Gusti Wedakarna. Adapun jadwal workshop, seminar dan movie screening 15th BIFFest 2017 yakni Kampus ISI Denpasar, Kampus Univ Mahendradatta, Kampus STPBI Denpasar, Desa Wisata Petulu Ubud Gianyar dan Gedung DPD RI di Renon. 15th BIFFEST 2017 ini juga memberikan penghargaan untuk sineas asli Bali yakni Mimi Jegon ( Sutradara, Produser dan Penulis Naskah Film Leak ) serta duo artis selebgram yang mencuat lewat Video Instagram “Dialek Bali 1 dan 2”. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *