Categories BudayaNasional

DR. WEDAKARNA MINTA PARIWISATA BALI PRIORITAS GARAP WISATAWAN KUALITAS BUKAN KUANTITAS

Denpasar-  Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (Mtru), MSi saat membuka kegiatan Table Top ASPPI didampingi Ketua Umum ASPPI Pusat, Ketua DPD ASPPI Bali dan Perwakilan PHRI Provinsi Bali

SENATOR RI DUKUNG KEGIATAN TABLE TOP DPD ASPPI BALI BANTU SEKTOR PARIWISATA DI BALI

Mendukung pengembangan basis sector pariwisata di Indonesia sebagai sektor unggul dan strategis dalam memacu kerangka pembangunan nasional berkelanjutan khususnya dibidang ekonomi. “ Industri pariwisata dianggap akan menjadi sumber  pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia, ketika sektor komoditas yang saat ini menjadi andalan bagi  pengembangan dan peningkatan perekonomian nasional semakin terbatas dan sempit ketika tidak cukup memiliki ruang untuk menunjukan produktivitas daya saingnya dikancah ekonomi global. Tentu, guna memperkuat perekonomian nasional maka diperlukan alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru sebagai salah strategi dalam peningkatan ekonomi negara dan daerah.” Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Senator Komite III DPD RI yang membidangi Pawisata, Ekonomi dan Budaya, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (Mtru), MSi saat hadiri undangan DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Bali Table Top di HARRIS Hotel Sunsed Road Bali.Turut hadir pada kesempatan tersebut diantaranya, Nyoman Sudianyana (Ketua DPD ASPPI Bali), Djohari Somad ( Ketua Umum ASPPI), serta perwakilan PHRI Bali. Melalui Nyoman Sudianyana, dirinya menyampaikan terima kasih  atas waktu yang diberikan Dr. Wedakarna untuk bisa hadir dalam kegiatan kali ini. Ia menuturkan “ bahwa kegiatan kali bertujuan untuk membantu pencapaian target wisata mancanegara yang dicanangkan oleh Pemerintah yaitu sebesar 20 juta pada tahun 2019 nanti. menitikberatkan pada peningkatan profesional SDM anggota yaitu sebagai sarana edukasi pelatihan peningkatan kualitas SDM dibidang pariwisata dan  sertifikasi profesi demi mendukung kemajuan dan daya saing pada industri pariwisata. tentunya kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah mengingat pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan.” Ungkapnya. Selain itu, dihadapan seluruh peserta yang hadir, Dr. Wedakarna menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang dilakukan ASPPI kali ini. “ Apa yang dilakukan ASPPI harus didukung dan diakomodir oleh pemerintah pusat khususnya Bali sebagai mitra strategis untuk saling bersinergi secara bersama guna mengakomodir kepentingan daerah guna memperkuat kerangka pembangunan ekonomi Daerah khususnya melalui bidang pariwisata. Sebagai Perwakilan Lembaga Negara, saya menilai tentu saat ini sektor pariwisata merupakan sektor unggul yang menjadi perhatian utama untuk terus dikembangkan. Menurutnya, hal itu dapat dilihat tentang  bagaimana beberapa rencana strategis masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo salah satunya dengan menciptakan sumber devisa terbaru yakni  10 destinasi di Indonesia selain Bali. Mengingat rencana strategis tersebut bakal menghasilkan “multiplier effect serta multiplier income” dalam menggerakan perekonomian di Indonesia.” Ungkap Dr. Wedakarna yang juga merupakan President The Sukarno Center Tampaksiring Bali. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam rangka menyelaraskan hal tersebut tentu perlu bagi seluruh stakeholder pariwisata dan pemangku kepentingan pariwisata Bali untuk menyatukan visi dan misi bersama dalam rangka mengembangkan basis sektor pariwisata dengan kemasan yang berkualitas di Bali. Sebagai daerah penghasil devisa negara terbesar, tentu  Bali harus kembali dengan konsepsi “Tourism Quality” pariwisata yang berkualitas,  baik dari kualitas akses wisata maupun kualitas wisatawannya. Bagaimana nantinya dengan berkembangnya destinasi-destinasi baru Bali dapat berkompetisi. Berbicara tentang target kunjungan wisatawan, saya rasa Bali tidak perlu menargetkan jumlah kunjungan wisatawan hingga angka 20 juta, cukup dengan angka 4 hingga 5 juta wisatawan yang datang akan tetapi wisatawan yang datang merupakan “High Quality” wisatawan yang berkualitas. Dr. Wedakarna  mendefinisikan wisatawan berkualitas yakni wisatawan yang lama nginap di Bali dengan jangka yang relatif panjang, dan membawa uang yang banyak sehingga aktif berbelanja.Dengan begitu, perekonomian Bali makin terdongkrak dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini Pulau Bali tengah dihuni lebih dari 10 juta orang yang mana terdata jumlah penduduk  Bali sebanyak empat juta orang, dan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung rata-rata mencapai 2,5 hingga 2,7 juta setiap tahun ditambah dengan wisatawan domestik 4 sampai 5 juta orang setiap tahunnya. Dan ini menjadi evaluasi kita, bahwa dengan jumlah wisatawan yang cukup banyak tetapi tidak memliki kontribusi yang berimbang. ” Kedepan tentu kita tidak lagi harus mengutamakan kunjungan wisatawan dari aspek kuantitas saja atau wisatawan murah tetapi kualitas.” Pungkasnya. Acara yang diselenggarakan satu tahun sekali ini dihadiri oleh pelaku pariwisata khususnya 22 DPD ASPPI dari berbagai wilayah di Indonesia. 22 DPD yang hadir diantaranya DPD Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jogjakarta,Jakarta, Jawa Barat, Banten, Padang, Aceh, Jambi, Sumatera Utara.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *