Categories BudayaHindu

BANGKITKAN NILAI SRIWIJAYA, WEDAKARNA DUKUNG SINERGI 6 NEGARA ASEAN BERBASIS BUDDHA

SINERGI  –Senator RI, Dr. Arya Wedakarna Bersama Pendeta Buddha, Sekjen dan Pengurus HIKMAHBUDHI serta aktivis organisasi kelompok Cipayung di Denpasar

SENATOR HADIRI PROGRAM MAHASISWA BUDHA DI WIHARA MAITREYA

Senator DPD RI, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III diundang dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Budhis Indonesia ( Hikmahbudhi ) PC Kota Denpasar yang diadakan di Wihara Buddha Maitreya di Denpasar. Acara yang juga dihadiri oleh generasi Budha dari sejumlah perguruan tinggi di Bali ini juga dihadiri oleh perwakilan organisasi kelompok Cipayung di Denpasar yakni PMII, PMKRI, GMNI dan HIKMAHBUDHI. Kedatangan Senator Arya Wedakarna ( AWK ) disambut oleh Pendeta Wihara, Pembimas Buddha Kementrian Agama Provinsi Bali dan Sekjen HIKMAHBUDHI. Dalam sambutannya, Arya Wedakarna menekankan pentingnya kegiatan kaderisasi bagi pemuda – pemuda agama Buddha dengan  tujuan untuk pemimpin bangsa masa depan. “Akhir akhir ini, umat Buddha Indonesia mendapatkan tantangan yang luar biasa akibat sejumlah isu SARA. Pembakaran 11 Wihara di Tanjung Balai Medan, penutupan Patung Dewa Perang tertinggi di Tuban, isu Ronghinya di Myanmar yang berefek ditanah air hanya sebagian kecil dari tantangan umat Buddha Indonesia. Kita harus segera urai dan selesaikan. Maka dari itu, saya meminta, agar organisasi hebat seperti HIKMAHBUDHI untuk tidak pernah lelah terus dan terus menyuarakan kebenaran kepada siapapun direpublik ini. Semua harus ingat pesan Bung Karno bahwa Indonesia bukanlah negara agama, tapi Indonesia adalah negara  Pancasila. Tidak ada mayoritas dan minoritas di Indonesia, semua sejajar dan ada hak yang sama. Mari bantu pemerintah agar bisa menyelesaikan program kebangsaan khususnya revolusi mental dikalangan anak muda sehingga bisa berdaya saing dengan asing. “ungkap Arya Wedakarna yang juga rekoris Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda di Indonesia ini . Lebih lanjut ia meminta kepada kaum nasionalis Indonesia agar terus bersatu dalam menyelesaikan tugas pahlawan yang belum selesai, salah satunya memberikan dukungan pada Pemerintahan Joko Widodo saat ini. “Saya meyakini, bahwa cita cita Bung Karno yang tertunda ini khususnya dalam hal membentuk karakter bangsa ini, hanya bisa dicapai jika semua pihak bekerjasama. Apakah pemerintah, tokoh adat, agama, budaya serta pemuda bisa bersatu padu. Dan umat Buddha adalah elemen penting dari pembangunan Indonesia. Saya minta pada pemuda Buddhis agar lebih percaya diri dalam pergaulan organisasi, jangan pernah merasa tertinggal dengan yang lainnya. Umat Buddha sudah memiliki banyak kelebihan kelebihan yang diberikan oleh Tuhan dalam membangun negeri, seperti umat Buddha di Indonesia sangat menguasai bidang ekonomi serta memiliki jaringan besar terhadap negara negara maju seperti negara berbasis Budhis seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Bhutan, dan 6 Negara ASEAN di Kawasan Asia Tenggara adalah negara yang memiliki umat Buddha terbesar yakni Singapura, Kamboja, Burma, Laos, Vietnam dan Thailand. Ini kekuatan besar dan mudah  membangkitkan kejayaan leluhur Sriwijaya. Tapi kekuatan ini kadang tidak disadari oleh umat Buddha khususnya anak muda Buddha.”ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ini. Hal lainnya, Arya Wedakarna juga memberikan pesan bahwa semua pihak di Bali harus menjaga Bali sebagai pusat dan akar Pancasila di Indonesia, mengingat nilai – nilai Pancasila itu sendiri hidup dan dipraktekkan sendiri oleh orang – orang Bali. “Anda tahu kenapa Bung  Karno mendirikan Istana Presiden di Tampaksiring Bali ? Kenapa tidak mendirikan Istana Presiden didaerah lain di Indonesia ? Kenapa Istana Presiden Tampaksiring didirikan disebelah Pura Tirta Empul, tempat ibadat Umat Hindu Dharma ? Karena menurut pengakuan leluhur tokoh tokoh PNI saat Bung Karno membangun Istana, Bung Karno merasa nyaman dan merasa bahwa ajaran Siwa Budha dan orang Bali adalah kaum yang cinta NKRI. Maka dari itu, tidak heran istilah Tri Sakti pun muncul saat Bung Karno bergaul dengan pendeta Hindu Buddha ( Siwa Buddha ) di Bali. Cerita inipun sering disampaikan oleh Ibu Sukmawati Sukarno Putri, putri Bung  Karno kepada saya setiap saat. Beliau saksi sejarah dan kita harus ingat kebaikan sejarah.“ungkap Arya Wedakarna yang juga Senator DPD RI.  (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *