Categories BudayaHindu

ISTANA MANCAWARNA GELAR “JAMASAN PUSAKA MAJAPAHIT “ DAN “RAJA YADNYA”

Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX Bersama Prameswari Di Istana Mancawarana Tampaksiring

HARI INI TINGGALAN DALEM NGADEG ABHISEKA RATU KAPING VIII

Hari ini, 31 Desember 2017 ( Redite Kliwon Wuku Medangkungan Tahun Saka 1939 ) Istana Mancawarna Tampaksiring memperingati hari jadi Tinggalan Dalem Ngadeg Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakakisan yang ke-8, untuk merayakan hari penting saat Shri I Gusti  Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menerima amanat waskita Nusantara di Pura Besakih pada 31 Desember 2009 tepat pada Purnamaning Kapitu. Peringatan ini dilaksanakan oleh warih Majapahit dari tanah Jawa dan Bali yang berasal dari lintas agama dan suku sebagai wujud penghormatan pada kepemimpinan Abhiseka Ratu dalam menjaga  tradisi Majapahit yang kini kian punah tergerus zaman. Sebagaimana disampaikan oleh Dewa Anom Kurniawan ( Kepala Rumah Tangga / House Hold Istana Mancawarna ) disela – sela persiapan kegiatan Tinggalan Dalem di Tampaksiring. “ Acara ini astungkara secara rutin dilaksanakan sejak tahun 2010 untuk memberikan penghormatan pada leluhur Kerajaan Majapahit. Bali sebagai pulau berbasis Hindu, tentu tidak akan pernah lupa dengan sejarah Majapahit yang erat dalam perjalanan bangsa. Apalagi Bali bertahan selama 500 tahun saat sandyakalaning, dan kita bersyukur bahwa sampai saat ini Bali tetap menjadi basis penyebaran Hindu di Indonesia. Momentum tinggalan dalem ini menjadi istimewa karena Bali masih menunggu proses “praline alit” dengan meletusnya Gunung Agung. Banyak pihak yang menghubungan dengan fenomena Gunung Agung ini sebagai tanda ( waskita ) akan kembalinya taksu Majapahit ke tanah Jawa, sesuai dengan perjanjian Sabdo Palon Nayogenggong. Disinilah letak kebijaksanaan dari Ratu Gusti Wedakarna yang selalu memberikan pencerahan pada umat dengan nilai nilai leluhur bangsa yang mungkin sudah banyak terlupakan.”ungkap Dewa Anom. Selain akan dihadiri oleh undangan terbatas, acara Tinggalan Dalem ini akan dihadiri oleh Sejumlah Adipati Majapahit dari tanah Jawa yang secara rutin hadir disetiap acara Istana. Sebagaimana disampaikan oleh Raden Arwani ( Adipati Kudus ). “ Kami sebagai pengikut Kanjeng Gusti Wedakarna selalu  turut hadir diacara ini. Beliau sangat dikenal dikalangan umat Kejawen dan pecinta budaya Majapahit di Tanah Jawa. Beliau satu – satunya tokoh Puri yang memiliki masyarakat ditanah Jawa, dan tempo hari kami adakan Wayangan di Kudus sebagai bagian dari Tinggalan Dalem ini untuk menghormati Kanjeng Gusti Wedakarna. Maka tidak heran, alam semesta sangat menyayangi beliau dan kini dari hari ke hari, masyarakat Bali sangat menyayangi keberadaan beliau. Nama beliau lebih besar dari pada nama tokoh pejabat di Bali, ini salah satu jika leluhur merestui. Beliau adalah calon pemimpin bangsa dimasa depan. “ ungkap Raden Arwani. Dalam acara sore ini, selain diadakan ritual Raja Yadnya yang dipuput oleh Ida Pedande Istri saking Griya Gede Tampakgangsul, juga akan diadakan upacara Agnihotra, Jamasan Pusaka Keris Majapahit serta penyucian Kereta Kencana Kyai Dalem Basuki Amangkunegara dan Kerta Kecana Kyai Pajenengan Segoro Kidul. Selain itu juga diadakan jamuan makan malam ( Royal Dinner ) secara terbatas dengan sejumlah penerima penghargaan Hindu Muda Award dan OAH. Istimewanya, acara Tinggalan Dalem ke-8 ini juga ditandai dengan Peresmian Patung Dewi Danu Tertinggi Di Indonesia di Desa Adat Songan Kintamani Bangli. (Humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *