Categories BudayaHinduSatyagraha

WEDAKARNA INGATKAN UMAT HINDU BAHWA MENJADI KAYA ADALAH PERINTAH KITAB SUCI

AWARD – Senator RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Menyerahkan Penghargaan Didampingi Kementrian Agama dan Pejabat Pemprov  di Museum Bali

SENATOR RI SERAHKAN SUKLA AWARD KEPADA PENGUSAHA HINDU

WEDAKARNA INGATKAN UMAT HINDU BAHWA MENJADI KAYA ADALAH PERINTAH KITAB SUCI

 

Dalam ajaran agama Hindu dikenal dengan istilah Catur Purusa Artha yang memiliki bagian Dhamra, Artha, Kama dan Moksa. Swadharma sebagai seorang manusia yang hidup dialam fana ( marcepada ) selalu membutuhkan keseimbangan lahir dan bathin ( Artha dan Dharma ). Maka dari itu dalam konsepsi ekonomi Satyagraha, bahwa menciptakan komunitas yang kaya, menjadikan umat mampu secara financial serta mampu menggunakan kekayaan untuk berbuat kebaikan adalah sebuah kewajiban bagi manusia terlebih jika dihubungkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menyerahkan Penghargaan SUKLA AWARD 2017 di Museum Bali Denpasar. “Dalam agama Hindu, kekuatan ekonomi sangat diperhitungkan. Banyak ajaran agama Hindu menurut sastra yang membahas hal ini. Begitu juga konsep konsep asli Nusantara juga menyarankan hal senada, bahwa kekuatan ekonomi adalah mutlak jika ingin eksistensi sebuah negeri termasuk agama, umat dan budayanya bertahan. Maka dari itu mari kita tata kembali ekonomi orang Bali dan kita mulai dari pengusaha muda, pengusaha kecil menengah dan mengkader munculnya wira usaha wira usaha hebat di setiap desa. Ini dinamakan Gerakan Satyagraha dan diejawantahkan dalam ajaran Bung Karno yakni Berdikari Dalam Bidan Ekonomi ( Tri Sakti ). Apalagi di Bali ini, umat Hindu berjumlah 4 juta jiwa dan mayoritas, ini tentu menguntungkan bagi pebisnis Bali. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga sebagai anggota DPD RI ini. Iapun menyambut gembira, akan banyaknya gebrakan yang telah dilakukan oleh komunitas komunitas Sukla Satyagraha di Bali, salah satunya rajin dalam mencerahkan generasi muda Hindu akan pentingnya proses kesucian makanan. “Saya senang, kini warung Sukla ada Dimana – mana. Anak muda Hindu yang biasa acuh tidak acuh akan kesucian makanan, kini mulai mengejar warung dan restoran yang ada plangkiran dan semangat membantu semeton Bali dalam berusaha. Ada rasa sayang dan kasih diantara sesama semeton Bali dan umat Sedharma. Ini kan baik sekali, bahwa gerakan ini hanya bisa sukses jika semua bersatu. Lainnya, saya juga gembira bahwa selama tahun 2017 ini banyak sekali Festiva Festival Sukla yang digagas di diseluruh Bali baik oleh komunitas, oleh Sekaa Teruna Teruni, OSIS dan mahasiswa. Ini akan menjadi gerakan hebat yang akan merubah Bali dimasa depan. Ini juiga wujud penghormatan kepada (alm/swargi) Ida Pedanda Sebali Tianya Arimbawa ( Dharma Adyaksa PHDI Pusat ) yang meresmikan gerakan Suka Satyagraha ini di Candi Prambanan pada 2015. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga penggagas Gerakan Sukla Satyagraha di Bali. Diakhir acara seremoni, didampingi oleh Widia Adnyana ( Ketua Umum Sukla Satyagraha ), Gusti Wedakarna didaulat menyerahkan sejumlah penghargaan SUKLA AWARD ke Daluman Dedari  ( Kategori Produk Sukla Terfavorit ), I Ketut Putra Jaya ( Kategori Pengusaha Sukla Terbaik ), dan Bakso Balung Babi THINGADI Klungkung ( Kategori Rumah Makan Sukla Terbaik, dan Suka Suka Group ) ( Wirausaha Hindu Muda Sukla Terinofativ )    ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *