Categories Internasional

SENATOR RI DUKUNG PERUBAHAN ATURAN PUSAT AGAR DAERAH BISA KELOLA LISTRIK MANDIRI

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Gubenur Bali,  Fakultas Teknik Universitas Mahendradatta  bersama delegasi energi Turki dan Arab Saudi di Kantor Gubenur

WEDAKARNA  SIAP BENTUK “RENEWABLE ENERGY BALI CONCORTIUM”

Senator DPD RI Dr. Shri Ngurah  Arya Wedakarna MWS III dipercaya oleh sejumlah kalangan internasional yang dipimpin oleh sejumlah konglomerat dunia yang peduli tentang lingkungan  untuk memfasilitasi pembentukan Konsorsium Energi Bali dalam rangka transfer teknologi dibidang penanganan sampah dan teknologi terbarukan khususnya dibidang tenaga surya. Hal itu  disampaikan oleh  Ms. Gozde Dizdar ( Director GD Global ) yang berbasis di Ankara Turki saat hadir bersama delegasi internasional saat bertemu Gubenur Bali, Made Mangku Pastika di Kantor Gubernur. Ia mengakui bahwa Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, sudah sepantasnya memiliki pusat pengolahan sampah kelas dunia yang juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energy surya . “Saat ini saya membawa delegasi internasional untuk melihat Indonesia  dan ASEAN dan menjajaki kerja sama dibidang energy. Ketergantungan dengan minyak bumi kedepanya akan semakin berkurang mengingat semakin hilangnya sumber daya alam. Dan saat ini Bali menjadi peerhatian karena levelnya internasional. Maka dari itu, saya meminta pertolongan dari Senanor RI. Dr Arya Wedakarna untuk membantu dan memfasilitasi pembentukan konsorsium enery Bali yang akan membantu banyak masyarakat. Nantinya teknologi Amerika dan Jerman akan dibawa ke Bali oleh perusahaan sindikasi yang sudah mencatatkan asetnya sekitar U$$ 6 Milyar ( setara Rp 81 Trilyun) . Saya ingin project di Indonesia bisa terjadi atas bantuan Senator Arya Wedakarna. Selain Bali sejumlah wilayah akan disasar. “ungkap Gozde Dizdar. Terkait dengan hal ini, Senator Arya Wedakarna menyampaikan aspresiasi terhadap pandangan Gubernur Bali terkait dengan energy terbarukan, dan kita akui secara regulasi masih terganjal UU. “Dalam UU ada system monopoli, dan harga beli listrik di Indonesia per KWH sangat rendah hanya dikisaran 9, jauh dari angka ideal 20. Bahkan Malaysia saja sudah diangka 30, jika ini disubsid, maka anggaran akan jebol. Satu – satunya cara harus merubah kebijakan regulasi ditingkatan kementerian, tanpa harus merubah isi UU. Mengingat setiap daerah, setiap provinsi sangat wajar memiliki perusahan listrik mandiri. Kita tidak bisa hanya memberikan pada satu perusahan listrik saja. Bukan hanya Bali yang berkepentingan tapi juga seluruh Indonesia. Saya akan dorong agar bisa tuntas ditingkatan pemerintah pusat saja. “ungkap Gusti Wedakarna. Dilain pihak, terkait penanganan sampah di Bali, pihaknya sangat setuju adanya intervensi anggaran dan dukungan pusat untuk bisa membantu Sarbagita dan juga TPA Suwung yang diperkirakan telah memiliki cadangan sekitar 13 juta ton, dengan potensi sampah sekitar 1500 – 2500 ton sampah di Bali. “Bali harus bersatu dalam urusan sampah. Daerah di 4 Kabupaten yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan ( Sarbagita)  harus seirama dalam mensiasati aturan pusat. Bali sudah darurat sampah, dan ini bisa ditangani dengan teknologi yang tepat. Tadi ada opsi untuk sistem menggunakan Gas ( Gasification) dalam pengelolaan sampah dan saya minta mereka  kirimkan 1 unit mesin dari Negara mereka untuk dibawa ke Bali. Jika perlu demontrasikan. Jika ini bermanfaat bagi Bali saya akan dukung. Apalagi teknologi ramah lingkungan. Saya akan segera bentuk konsorsium energi Bali agar Bali berdaulat dibidang energy.” ungkap Gusti Wedakarna. Sebelum bertemu Gubernur Bali, tim delegasi energy yang dipimpin Turki dan Arab Saudi telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kala dan Menteri terkait di Jakarta. ( humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *