Categories Internasional

SENATOR RI DUKUNG PEMBANGUNAN 3 LOKASI SAMPAH DI BADUNG UTARA, TENGAH DAN SELATAN

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, Wakil Bupati Badung, Fakultas Teknik Universitas Mahendradatta dan Delegasi dari Timur Tengah

WEDAKARNA SIAP BENTUK “RENEWABLE ENERGY BALI CONCORTIUM”

Keseriusan Badung dalam menangani pengelolaan sampah, diapresiasi oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, hal ini disampaikan saat hadir dalam pertemuan dengan delegasi energi dunia asal Turki dan Arab Saudi di Puspem Badung. Menurut Senator Arya Wedakarna, Badung sebagai penyangga utama pariwisata Bali, sangat berkepentingan dengan urusan energi terbarukan dan pengelolaan sampah, apalagi, hampir 80 % turis yang datang ke Bali sebagian besar menjadikan Badung sebagai tempat akomodasi, sehingga wajar Badung memiliki masterplan penanganan sampah secara serius. “Saya dengan penjelasan dari Wabup Badung jika kedepan akan di bangun tiga titik pengelolaan dan dumping sampah di Badung baik di Utara, Selatan, dan Tengah. Saya dukung penuh, begitu juga dengan Sarbagita, Badung harus memimpin dan memberikan contoh. Sudah saatnya potensi 1500- 2500 ton sampah perhari di Badung ini disalurkan menjadi energi solar ( Surya ) atau dengan sistem Gasification sebagaimana yang ditawarkan oleh konsorsium energi dunia ini.”ungkap Senator Arya Wedakarna yang didampingi sejumlah ahli teknik dari Universitas Mahendradatta Bali ini. Dan kini, Gusti Wedakarna dipercaya oleh sejumlah kalangan internasional yang dipimpin oleh sejumlah konglomerasi dunia yang peduli tentang lingkungan untuk memfasilitasi pembentukan Konsorsium Energi Bali dalam rangka transfer teknologi dibidang penanganan sampah dan teknologi terbarukan khususnya dibidang tenaga surya. “Kita akui bahwa target pembangunan listrik yang digagas Presiden Joko Widodo yakni sebesar 35.000 Megawatt hingga 2019 akan sulit tercatat tanpa adanya keterlibatan swasta. Solusi untuk Indonesia ini adalah melibatkan swasta yang bersinergi pemerintah kabupaten / kota. Masalahnya di UU Kelistrikan kita masih banyak kelemahan kelemahan termasuk monopolistik listrik. Harusnya ada hal hal teknis yang diberikan kepercayaan pada pemerintah Provinsi dan kabupaten / kota untuk bisa memiliki perusahaan listrik dan yang paling aman ya tenaga surya, mengingat Indonesia adalah negara khatulistiwa. Ini perlu revisi UU untuk jangka panjang dan modifikasi regulasi ditingkatkan kementrian SDM. Skemanya pun bisa pemerintah daerah sebagai share holder mengingat listrik, air, potensi alam adalah milik negara dan rakyat dihadapan UUD 1945. Kita bisa kunci disana, karena Indonesia berkepentingan terhadap listrik dan energi terbarukan ( renewable). “ungkap Gusti Wedakarna. Dilain pihak, terkait penangan sampah di Bali, pihaknya sangat setuju adanya intervensi anggaran dan dukungan pusat untuk bisa membantu Sarbagita dan juga TPA Suwung yang diperkirakan telah memiliki cadangan sekitar 13 juta ton sampah. “Saya berharap banyak dengan Badung, dan harus melibatkan banyak insinyur yang ahli dalam bidang energi dan penanganan sampah ini. Dari dulu, pemimpin Bali selalu bolak balik studi banding, tapi tidak pernah bisa menerapkan hasil studi bandingnya untuk membuat sesuatu yang nyata bagi Bali. Ini tantangan pemimpin saat ini, untuk lebih banyak bergaul dengan internasional dalam hal teknologi. Bali tanpa digitalisasi dan teknologi akan tenggelam dan mari kita buang pola pikir sempit.  Kerjasama internasional itu perlu, dan harus didahului dengan penyiapan SDM Bali. Saya akan segera bentuk konsorsium energi Bali agar Bali Berdaulat dibidang energi. “ungkap Gusti Wedakarna. Sebelum bertemu Wakil Bupati Badung, tim delegasi energi yang dipimpin delegasi Timur Tengah ini telah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri SDM dan Gubernur Bali. Rombongan juga sempat diterima di Istana Mancawarna Tampaksiring dan bertemu para ahli teknik di Universitas Mahendradatta Bali. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *