Categories BudayaHinduNasional

WEDAKARNA SAMBUT BAIK MANGKU PASTIKA JABAT PRESIDENT “WORLD HINDU PARISHAD”

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Gubernur Bali, Konsul Jendral India, Dirjen Bimas Hindu, Anand Krishna, LK Suryani, Pinisepuh Seruling Dewata di Ubud

SENATOR RI HADIRI PERESMIAN WOLRD CULTURE MUSEUM DI UBUD

Mempertahankan Bali sebagai pulau dengan nilai nilai budaya Hindu sebagaimana Bhisama Leluhur merupakan tugas kaum ksatria. Bali yang bertahan sebagai basis Hindu di Nusantara pasca Sandyakalaning Majapahit di Tanah Jawa memiliki beban berat secara niskala untuk menjaga keseimbangan alam.  Maka dari itu, langkah langkah  untuk mencerdaskan generasi muda Hindu di Bali harus didukung oleh semua pihak. Demikian yang disampaikan oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III disela sela menghadiri acara peresmian Museum of World Culture di Anand Ashram Ubud Gianyar. Tampak hadir Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Gubenur Bali, Konsul Jendral untuk Bali,  selain  sejumlah tokoh Hindu diantaranya Prof.LK Suryani, Dr. Sayoga, Sonia Kaur ( Semeton India Bali / BIFA ) dan ratusan undangan dari dalam dan luar negeri. “Mempertahankan Bali sebagai pusat studi Veda adalah mutlak bagi setiap Ksatria, karena bagaimanapun Hindu di Bali telah memberikan teladan bagi komunitas dunia. Walau Hindu di Bali hanya berjumlah 4 juta orang dibanding 1,2 Milyar umat Hindu Dunia, tapi ajaran Hindu Bali telah mempengaruhi globalisasi. Hindu Bali tentu akan sangat bangga menjadi bagian dari Hindu Dunia, tanpa harus melepaskan identitas aslinya. Seperti kata Bung Karno saat Jawaharlah Nehru ( Perdana Menteri India ) datang ke Bali yakni jika engkau ingin melihat Majapahit, maka lihatlah Bali. Kita harus belajar sejarah bahwa apa yang kita pertahankan di Bali ini adalah bagian dari nilai nilai Pancasila dan Tri Sakti berkepribadian dalam bidang budaya. “ungkap Senator Arya Wedakarna.  Iapun memuji peran dari Anand Ashram Ubud sebagai center of excellent untuk mendistribusikan nilai nilai Weda dalam wujud kekinian. “Sudah sepatutnya tokoh Hindu di Bali ini untuk menyelaraskan ajaran ajaran Veda Vedanta dengan sebuah institusi yang serius. Salah satu syarat keseriusan seorang tokoh Hindu dalam menjalankan misinya adalah dengan membangun Ashram. Saya puji keberadaan Anand Ashram ini dan juga peresmian Museum Of World Culture ini. Hal ini perlu dicontoh oleh tokoh Hindu lainnya. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan penunjukan Made Mangku Pastika sebagai President World Hindu Parishad ( WHP ) menggantikan (swargi) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa, pihaknya sangat menyambut baik dan berharap WHP menjadi lebih maju. “Secara pribadi dan juga sebagai wakil rakyat di DPD RI, saya mendukung Gubernur Bali, Mangku Pastika untuk menjabat sebagai President WHP. Beliau punya kapasitas yang pas. Dan memang kita akui bahwa kegiatan World Hindu Summit pada 2012 pun adalah berkat dukungan Gubernur Bali. Begitu juga fasilitas gedung PHDI Provinsi Bali yang kini berdiri megah adalah berkat dari Gubernur Bali. Pesan saya, semoga WHP bisa lebih maju dengan program program yang bisa melahirkan generasi muda Hindu Bali semakin militan positif terhadap agama Hindu dan budaya Bali. Kita bangga, disebuah negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar didunia tapi Indonesia memiliki secretariat World  Hindu Parishad di Bali. Ini berarti Indonesia tegas bukan negara agama, tapi negara Pancasilais yang mengayomi semua agama – agama termasuk Hindu sebagai minoritas. Apalagi tahun 2018 ini, salah satu simbol Hindu Indonesia kebanggaan kita yakni Garuda Wisnu Kencana ( GWK ) akan diresmikan, ini menambah kekaguman dunia pada Bali. “ungkap Senator RI Arya Wedakarna yang President The Hindu Center Of Indonesia ini. ( humas ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *