Categories BudayaHindu

WEDAKARNA MINTA DESA ADAT DI BALI SERENTAK BANGUN PUSAT PENDIDIKAN HINDU DI DESA DESA

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Prajuru Desa dan Guru TK Didepan Punia Patung Dewi Saraswati Di Ubud Gianyar

SENATOR SUMBANG PATUNG  SARASWATI DI TK HINDU MAWANG UBUD

Kekaguman terhadap kinerja prajuru adat di Desa Mawang Ubud Gianyar disampaikan oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III disela sela kunjungan kerja ke TK Widya Kumara Sari di desa Mawang Ubud Gianyar. Bagaimana tidak, desa yang berlokasi strategis dikecamatan Ubud ini ternyata memiliki pelaba yang dimanfaatkan maksimal untuk kegiatan pendidikan warga desanya, salah satunya dengan berdirinya TK bernuansa Hindu dengan karakteristik arsitektur yang unik. Selain itu, dari penjelasan Prajuru Adat Desa Mawang kehadapan Senator, bahwa Desa Adat Mawang pun kini bersiap untuk memiliki bumi perkemahan yang bisa dimanfaatkan oleh publik secara luas, khususnya generasi muda Bali. Pujian atas perhatian Desa Adat Mawang terhadap dunia pendidikan dan karakter disampaikan oleh Senator Arya Wedakarna (AWK ). “Tempo hari, kita bantu proses penegerian SMP  di Desa Taro Tegalalang untuk menjadi SMP Negeri Hindu sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No. 56 Tahun 2014 dan sukses atas semangat dari komponen desa. Dan kini saya melihat spirit yang sama di Desa Adat Mawang ini, bagaimana dengan kemandiriannya, desa ini mampu mendirikan TK bernuasa Hindu yang kini sudah berhasil mendirikan kelas dan lokal baru. Saya gembira karena semangat gotong royong dibidang Jnana Yadnya ini sangat kental dan ini menunjukkan bahwa Desa Mawang patut dijadikan teladan. Menurut pandangan saya, tidak banyak orang dan pemimpin di Bali termasuk pemimpin di Desa yang punya program pendidikan, dan hanya orang orang yang tercerahkan oleh Dewi Saraswati yang bisa melakukan hal itu. Saya meyakini ide ini datang dari vibrasi yang baik. Sebagai bandingan, di Bali ini banyak Desa Adat yang lebih kaya, yang dana di LPD nya hingga puluhan ratusan milyar, tapi sama sekali tidak punya pendekatan akan Jnana. Inilah yang disebut sebagai golongan awidya (dalam kegelapan materi). Jadi beruntunglah jika anda memiliki Perbekel, Bendesa, Prajuru yang punya program mendirikan sekolah dan pendidikan. It’s a blessing dibanding pemimpin yang kurang peduli dengan pendidikan “ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III Bidang Agama, Budaya dan Pendidikan ini. Dan terkait dengan ini. Gusti Wedakarna kembali mengingatkan kepada seluruh Bendesa Adat di Bali, agar secara serentak bisa mendirikan sekolah sekolah Hindu dari PAUD hingga SMA. “Mendirikan sekolah bernuansa Hindu di Desa Adat tidak sulit. Cukup izin dari Dinas Pendidkan Kabupaten / Kota. Modal bisa dipakai dana subsidi LPD, calon siswa sudah jelas warga desa adat. Lahan di Desa cukup banyak yang merupakan laba desa atau laba pura. Jadi mari bangun lembaga pendidikan Hindu apakah PAUD, TK maupun Pesraman ditiap desa. Saya sebagai anggota DPD RI utusan Bali sangat mendukung, karena ini satu solusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Karakter Hindu Dharma yang tertanam dinilai budaya Bali akan terpatri. Kedepan Bali perlu generasi muda yang militan dalam membela agama Hindu dan budayanya. Desa Mawang ini bisa dijadikan contoh betapa ide sederhana bisa diwujudkan. “pungkas Senator Arya Wedakarna yang juga peraih rekor MURI sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan Termuda di Indonesia ini. Dalam kesempatan itu, Senator AWK juga meninjau Patung Dewi Saraswati yang telah didanapuniakan secara pribadi kepada TK Widya Kumara Sari. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *