Categories BudayaInternasional

WEDAKARNA RESTUI PROSES TERBIT SERTIFIKASI BAHASA JEPANG UNTUK TKI DIADAKAN DI BALI

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Menerima Mr. Kamata Atsushi ( CEO SENMON KYOUIKU AIK GROUP JAPAN ) di Kantor DPD RI

SENATOR RI GAGAS  BALI INSTITUTE FOR TOURISM HOSPITALITY POLICY 

Konsistensi perjuangan Senator Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III untuk menjadikan Bali sebagai Pulau Pengetahuan (The Island Of Science ) semakin dikonkritkan dengan kerjasama Bali dengan salah satu lembaga pengetahuan Jepang yang dipimpin oleh Mr, Kamata Atsushi asal Tokyo Jepang. Tidak tanggung – tanggung, tiga lembaga besar menyatakan keinginnnya untuk bekerjasama dengan Bali  yakni Senmon Kyouiku Pubishing Co.Ltd, International Conversation Academy dan AIK Inc. Hal ini disampaikan oeh Kamata dalam pertemuan audiensi dengan Senator Arya Wedakarna (AWK ) yang juga anggota Komite III DPD RI Bali Bidang Pendidikan, Pariwisata, Tenaga Kerja dan Kesra. Dalam kesempatan itu, Mr. Kamata menyampaikan bahwa saat ini banyak lulusan tenaga kerja Bali yang diminati dalam sejumlah industri di Jepang, namun banyak yang terkendala dengan terbitnya surat sertifikasi dan surat kelayakan bahasa Jepang untuk para tenaga kerja Indonesia  yang disyaratkan oleh aturan di Jepang dan harapan dari Jepang bahwa proses itu dilakukan di Bali selain di Jakarta. “Saya meminta restu dari Senator RI Dr. Arya Wedakarna agar tahun 2018 ini, proses test, seleksi dan keluarnya surat kelayakan bahasa Jepang untuk Indonesia ini, agar bisa diadakan di Bali. Karena selama ini baru dilakukan di Depok dan Jakarta dan hanya satu tahun sekali. Dan kini saya minta agar Bali bisa menyelenggarakan setiap tiga atau empat bulan sekali. Semoga semakin banyak lulusan Diploma dan lulusan Sarjana dari Bali yang mampu bersaing di Jepang. “ungkap Mr. Kamata yang didampingi oleh Nyoman Gede Nuada dari Dwipahara Bali ( Japanese Course And Training Center ). Terkait dengan hal ini, Senator AWK menyatakan persetujuannya dan mempersilahkan lembaga dari Jepang untuk melaksanakan kegiatannya di Bali, dan pihak DPD RI Bali akan membantu memberikan rekomendasi dan fasilitas khususnya untuk membantu SDM Bali khususnya anak muda Bali untuk menjadi tenaga kerja yang professional di Jepang. “Momentumnya baik sekali. Saya sedang menggagas Bali Institute For Tourism Hospitality yang akan diresmikan akhir Januari 2018 ini. Saya berharap, ini menjadi desk internasional agar Bali menjadi center excellent dari pusat studi dunia. Saya akan bantu, apalagi untuk urusan Jnana Yadnya, urusan pendidikan dan urusan SDM, Bali harus terutama. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia menandaskan bahwa konsep Bali Institute For Tourism Hospitality ini akan menjadi embrio dari cetak biru dunia pariwisata di Bali. “Setelah saya pelajari bertahun tahun, bahwa ternyata ahli pariwisata di Bali itu hanya itu itu saja. Tidak ada perkembangan. Tokoh pariwisata di Bali hanya didominasi dengan tokoh tua dan senior yang mungkin pemikirannya tidak sesuai dengan generasi milenial dan digital saat ini. Begitu juga, ketokohan pariwisata di Bali ini hanya dikuasi oleh dinasti dinasti pariwisata alias pemain lama, yang kini mereka menguasai asosiasi, perhimpunan dan organisasi pariwisata. Pemikiran mereka masih konservatif dan perlu ada opsi opsi bari secara pengetahuan di Bali ini dan perlu ada sindikasi di Bali yang memainkan hal ini. Institute ini akan menjadi lembaga strategis untuk mensuplai data, membahas naskah akademik dan draf aturan kebijakan publik sebelum dijadikan hukum positif. Kita bermain ditataran kebiijakan bukan saja untuk Bali, tapi untuk dunia. Makanya beberapa negara akan kita undang agar bisa menjadi bagian dari Bali Instituite ini. “ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *