Categories BudayaHindu

SHRI WEDAKARNA MINTA SUBAK DI BALI TIRU MANAJEMEN SAWAH RURAL COMMUNE TAMAN BALI

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Meninjau Sumbangan Patung Dewi Sri Di Subak Taman Bali Bangli

SENATOR SUMBANGKAN PATUNG DEWI SRI DI SUBAK GULIANG BANGLI

Sederhana, itulah gambaran sosok dari tokoh muda Bali yang juga Senator DPD RI Utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam memperhatikan kaum Marhaen. Prinsip prinsip ajaran Bung Karno selalu di ingatkan kepada masyarakatnya, terutama bagaimana menciptakan wangsa Bali yang mandiri dan berdikari. Hal ini terekam saat kunjungan Senator Arya Wedakarna di Kabupaten Bangli. Ia selalu mengingatkan warga Bali agar selalu mengedepankan sifat dan sikap berdiri diatas kaki sendiri ( berdikari ) atau yang dalam ajaran Hindu disebut dengan “Swadhesi”. “Bangli adalah kabupaten kesayangan saya, karena di Bangli ada Ibu Dewi Danu yang dipuja oleh seluruh soroh dan kawitan di Bali. Beliau adalah simbol dari amerta dan kemakmuran. Selain itu, di Bangli umat Hindu masih mayoritas sehingga nilai nilai Hindu masih sangat terjaga. Setelah kemarin kita resmikan Patung Dewi Danu tertinggi di Indonesia untuk masyarakat adat Songan Batur, kini saya bersama pemerintah pusat dibawah komando Presiden Joko Widodo sedang berjuang agar Universitas Hindu Negeri Jaya Pangus segera terealisasi di Bangli, selain penataan Kaldera Geopark Batur yang akan dikonritkan pada tahun 2018 pasca MOU Pemkab Bangli dengan BKSDA. Kita akan terus berjuang agar Bangli benar – benar menjadi  jantungnya adat Bali. “ungkap Senator Arya Wedakarna. Selain itu, ia juga mengapresiasi usaha dari Subak di Desa Taman Bali Bangli yang telah berkreasi dengan mendirikan Rural Commune Taman Bali. “Saya minta seluruh Klian Subak di Bali untuk dapat mengunjungi dan studi banding ke Subak Taman Bali ini. Tanpa merubah landscape, mereka mampu untuk membuat ekonomi kreatif dengan bersinergi dengan tokoh tokoh desa yang praktisi wisata dan sarjana. Kini Rural Commune ini sudah mendunia dan banyak wisatawan asing bisa menikmati kehidupan asli Bali di Rural Commune, disamping juga dimanfaatkan untuk tempat kursus memasak, cycling, trekking dan juga sight seeing petani membajak sawah. Ini perlu SDM yang cerdas didesa desa. Disini kecerdasan pemimpin desa akan dibuktikan yakni dengan membuat sentra ekonomi kreatif tanpa merusak alam. “ungkap Shri Gusti Wedakarna. Terkait dengan keberadaan Rural Commune, Shri Arya Wedakarna menyampaikan pujiannya dan akan mendukung usaha – usaha kerakyatan yang berhubungan dengan eksistensi pelestarian alam terutama dalam menanggulangi alih fungsi lahan. “Pembangunan Bali tidak bisa melawan keberadaan alam, dan apa yang dilakukan oleh semeton di Taman Bali ini merupakan prestasi dan teladan baik. Saya akan sebarkan kebaikan dari komunitas ini ke internasional, agar dunia tahu bahwa di Bali ada orang orang Desa yang berpikir berkelanjutan  ( sustainable ). “pungkas Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini.  Sebagai bentuk apresiasi, Shri Arya Wedakarna menyumbangkan sebuah Patung Dewi Sri yang telah diletakkan diarea wisata Rural Commune dan Papan Petunjuk Arah yang diserahkan ke komunitas. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *