Categories BudayaHinduInternasional

SHRI WEDAKARNA TURUNKAN REKOMENDASI DUKUNG BANGUN ICCR DIATAS LAHAN PROVINSI

INTERNASIONAL – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Menerima Director ICCR di Istana Mancawarna Tampaksiring

SENATOR RI PUJI KUNJUNGAN JOKOWI KE ASEAN – INDIA SUMMIT 2018

Kerjasama mutual antara Bali dan India sesungguhnya dimulai sejak zaman Kemerdekaan saat Bung karno Mengundang Perdana Menteri India, Pandit Jawaharlal Nehru ke Tampaksiring Bali, Indonesia sampai kapanpun tidak bisa melupakan jasa India yang merupakan salah satu Negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI hingga dukungan India pada Konfrensi Asia Afrika, KTT Nonblok hingga CANEFO. Disamping sejak zaman keluhuran hubungan Nusantara dan India ( Bharat  ) sangat erat terutama saat penyebaran agama Hindu diabad IV hingga menjadi Bali kini sebagai basis agama Hindu di Nusantara. Pesan Bung Karno yakni JAS MERAH yang ingin diteladani oleh Senator DPD RI asal Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat berbicara tentang pentingnya hubungan Indonesia dan India dimasa kini dan masa depan. Ia menganggap bahwa hubungan India dan Bali harusnya menjadi prioritas dalam perjuangan diplomatik Indonesia. Demikian disampaikan Senator RI Dr. Arya Wedakarna saat menerima Mr. Manohar Puri ( Direktor ICCR ) di Istana Mancawarna Tampaksiring. “ Hubungan Indonesia dan India menjadi skala paling prioritas dalam perjuangan saya sebagai Senator RI. Saya tidak ingin tulah pada leluhur, dan juga ingin meneladani Bung Karno saat membangun Bangsa ini. Kenapa Bung Karno justru menggandeng India, China, Asia dan Afrika saat memproklamasikan NKRI ? Itu karena ada kesamaan nasib, kesamaaan karma dan kesamaan tujuan untuk memperkuat Asia Afrika. Maka dari itu, apapaun hal yang bisa saya bantu untuk India termasuk warga India termasuk di Indonesia dan di Bali maka akan saya perjuangkan. Setiap pemimpin yang punya Visi dan Misi saya jelas mendukung hubungan Bilateral yang lebih erat, antara Indonesia dan India khususnya Parliament To Parliament ( P To P ) dan People to People ( P To P ).         “ungkap Shri Gusti Wedakarna. Terhadap keinginan India untuk membangun sebuah pusat kultur dan kebudayaan di Bali pun mendapat persetujuan dari pihaknya sebagai bagian dari Komite III Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Utusan Bali.        “Saya sudah keluarkan surat rekomendasi resmi untuk mendirikan pusat ICCR di atas lahan Pemerintah Provinsi Bali. Gubernur Bali sudah mendukung lembaga Hindu di Bali sangat mendukung dan kini DPD Bali juga mendukung. Sekarang tinggal menunggu respon dari Menteri Luar Negeri saja dan saya harap segera direspon dengan baik. Ini kan mempertaruhkan nama baik Presiden RI Joko Widodo yang berkali kali menyatakan mendukung hubungan lebih erat antara India dan Indonesia apalagi Presiden baru saja menghadiri ASEAN – INDIA SUMMIT 2018 di New Delhi. Kita dukung penuh. “ungkap Shri Gusti Wedakarna yang juga warga kehormatan “ Arjuna “ dari Karnataka Bangalore India ini. Selanjutnya kantor DPD RI menyiapkan program sinergi dengan ICCR yakni dibidang pendidikan tinggi, Bahasa Sansekerta, Pariwisata, Teknologi serta hubungan Agama Hindu. “India adalah negara Sekuler dengan jumlah penduduk Hindu sekitar 1 Milyar jiwa. Saya ingin membawa Bali lebih dekat dengan India termasuk juga mendorong wisatawan Hindu India lebih banyak berkunjung ke Bali bersama dengan wistawan China. Kita butuh wisatawan Siwa Buddha, Bali butuh wisatawan yang menghormati budaya Bali yang dijiwai oleh nilai nilai Siwa Buddha. Termasuk dukungan saya untuk pendirian Mandir Siwa Sakti di Bali. “ Ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga President World Hindu Youth Organization ( WHYO ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *