Categories BudayaHinduSatyagraha

DR. ARYA WEDAKARNA DUKUNG PELESTARIAN BUDAYA DAN KESENIAN SEJAK KECIL

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Ketika Memberi Panganugrahan Kepada I Dewa Made Bayuna Putra di kerambitan   

SENATOR RI LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE SANGGAR GOVALA DI BANJAR LUMAJANG DESA SAM SAM KEC. KERAMBITAN KAB. TABANAN

Senator DPD / MPR RI utusan provinsi Bali Dr. Arya Wedakarna lakukan kunjungan ke sanggar Govala yang berlokasi di Banjar Lumajang Desa Sam Sam Kec. Kerambitan Kab. Tabanan. Sanggar yang berisikan anak – anak usia rata – rata  6 sampai 10 tahun ini di dirikan dan di pimpin oleh I Dewa Made Bayuna Putra seorang anak usia 11 tahun yang saat ini tercatat sebagai siswa SD N 1 Desa Sam Sam. Keahlian dan kekompakkannya dengan teman seusianya dalam memainkan gamelan ble ganjur sudah tidak diragukan lagi, walaupun masih terhitung sangat muda kepiawaiannya memainkan gamelan ble ganjur tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain tergabung dalam sekaa gong ble ganjur yang dibentuknya, I Dewa Made Bayuna Putra juga sangat fasih melakonkan setiap watak dalam tokoh perwayangan untuk setiap kisah yang diceritakannya. Dalam kesempatan tersebut Bayuna dan teman – teman  menunjukkan kemampuannya memainkan wayang didepan Senator RI Dr. Arya Wedakarna, dapat unjuk gigi didepan seorang pejabat tinggi negara merupakan prestasi tersendiri bagi Bayuna dan teman – teman karena berkat aksi dan bakatnya menarik seorang Senator untuk datang langsung melihat kemampuan Bayuna dan teman – teman dalam memainkan gamelan ble ganjur dan menceritakan tokoh pewayangan. Bakatnya dalam memainkan wayang sudah terlihat sejak kecil, Bayuna Kecil sudah tidak asing dengan ble ganjur dan wayang, kakeknya yang seorang seniman wayang  sejak kecil sudah mengenalkan Bayuna pada kesenian wayang dan gamelan ble ganjur, namun yang menarik adalah berdasar keterangan keluarga justru Bayuna tidak pernah secara spesifik diajari untuk memainkan gamelan ble ganjur atau wayang melainkan belajar sendiri atau otodidak. Murni bakat sejak lahir yang kemudian dia mencoba mempelajarinya sendiri. Kecintaannya dalam dunia seni dan budaya tidak hanya dinikmatinya sendiri melainkan dia tularkan kepada teman – teman seusianya dengan membentuk grup sekaa ble ganjur dan kesenian wayang yang dinamai dengan sanggar Govala. Dalam kesehariannya Govala tidak dilatih oleh guru atau pun pelatih khusus melainkan Bayuna sendirilah yang langsung mengajari teman – temannya untuk memainkan gamelan ble ganjur. Dalam sela – sela kunjungan tersebut Dr. Arya Wedakarna mengatakan, “ Luar biasa sekali, anak seusia ini (11 Tahun) sudah pinter main gamelan ble ganjur, memainkan wayang, bahkan dia menginisiasikan untuk membuat sekaa ble ganjur dengan mengajak teman seusianya bahkan dia langsung yang mengajari mereka, luar biasa seorang siswa SD memiliki pemikiran sampai kesana. Inilah yang harus ditiru oleh semeton lainnya khususnya anak – anak generasi muda Bali, kenalkan dan ajari anak – anak kita untuk melestarikan budaya dan kesenian  agar dapat dinikmati anak cucu kita dikemudian hari. Anak – anak seperti Bayuna dan teman – temannya ini sangat inspiratif bagi kita semua, karena sejak kecil memiliki semangat untuk melestarikan budaya dan kesenian. Mari kita doakan Astungkare anak – anak kita ini kedepan dapat menjadi seniman besar dari Bali dan dapat merangsang anak lainnya yang ada di Bali untuk mecontoh Bayuna dan teman – temannya, “ Pungkasnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *