Categories Nasional

SHRI ARYA WEDAKARNA KECEWA TARGET KUR DI BALI DIBAWAH 80 PERSEN

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Wakil Gubernur Pusat, Pejabat OJK Pusat dan DPR RI Di Acara OJK

SENATOR MINTA PUSAT EVALUASI PEJABAT BANK YANG TAK CAPAI TARGET

Merujuk pada laporan tahunan OJK khususnya di Bali tentang banyaknya target kedepan yang harus dicapai, termasuk distribusi program Kredit Usaha Rakyat ( KUR ), diperlukan adanya perbaikan, penyempurnaan dan sinergi khususnya dalam mensosialisasikan salah satu program pemerintah dalam menciptakan usaha kecil dan para entrepreneur di Bali. Namun sayang sekali, dari informasi yang didapat oleh DPD RI Bali bahwa realisasi penyaluran KUR di Bali masih belum memuaskan yakni hanya dikisaran 77,67  Persen atau sekitar Rp 3,34 Trilyun dan  sedangkan khusus untuk di PT BPD Bali bahkan realisasinya dibawah 70% yakni sekitar 68,20%. Hal ini kembali diingatkan oleh Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Anggota Komite III Bidang Ekonomi Kreatif dan Kesra ) disela sela rapat koordinasi bidang kesra di Jakarta. “Dulu kita perjuangkan agar bank pembangunan daerah ditiap provinsi khususnya Bali agar menjadi sindikasi dan bagian dalam penyaluran kredit KUR, tapi menurut laporan resmi OJK bahwa target masih tercapai bahkan lebih rendah dari ekspetasi kita yakni dibawah 80 persen. Jujur saya kecewa juga, apalagi ada laporan bahwa profil penerima KUR ini juga ada yang itu itu saja. Entah ini kesalahan siapa. Jika ini terjadi terus, maka saya akan meminta pusat mengurangi alokasi Bali. Buat apa kita di Senayan kerja keras melobi pemerintah sampai berdebat dengan provinsi lain, tapi setelah Bali dapat jatah dan target Rp 4,3 Trilyun tapi realisasinya hanya Rp3,34 Trilyun. Ini membuat saya kecewa. Saya siap memberikan rekomendasikan penggantian kepala kepala cabang dan kepala hub perbankan terkait kepada direksi di Pusat agar diganti, Bali perlu pejabat Bank yang mampu bersinergi dengan kebutuhan ekonomi Bali.Saya minta perbaiki kinerja di Bali ini. “ungkap Shri Gusti Wedakarna. Terlepas dari tidak tercapainya target akibat bencana Gunung Agung, ia dapat memahami alasan lain seperti belum diakomirnya KUR kepada Kelompok Usaha persyaratan administratif yang cukup ketat dan ketersediaan data potensi UMKM yang minim. “Kedepan saya minta kepada pengusaha lokal di Bali agar lebih rajin dalam pengajuan kredit, lebih agresif dalam menyiapkan profil diri dan prospectus bisnis. Terlepas dari itu, pendampingan dari pihak terkait harus ditingkatkan. Peran OJK dalam hal sosialisasi terutama pada segmentasi wirausaha muda harus ditentukan. Ada wewenang,ada anggaran, ada infrastruktur, jadi apa sulitnya  ? Saya akan bersinergi dengan OJK dan sindikasi KUR, yang penting rakyat sejahtera. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga anggoat BKSP DPD RI ini. Terkait dengan laporan tahunan OJK pihaknya memuji mengingat OJK Bali selalu menjadi salah satu yang terbaik dihadapan DPD RI Bali . “Saya kira OJK Wilayah 8 Bali, NTB dan NTT sudah memberikan laporan yang jelas dan fair dengan kinerja baik. Harapan saya Bali tetap menjadi terbaik dan teladan di Indonesia dalam urusan ekonomi. Kita jaga benar  pertumbuhan ekonomi Bali ditahun 2017 yang mencapai 5,59% dan ini lebih tinggi dari rata – rata nasional yang hanya 5,07 %. Ini membanggakan dan akan lebih tinggi lagi jika target KUR bisa diatas 90%. Saya minta kalangan perbankan agar lebih agresif lagi, tapi tentu tepat sasaran. Ini PR bagi kita bersama. Tapi seagresif apapun peran bank  konvensinal Bali, jangan sampai mematikan peran BPR dan LPD Desa Adat. Ada UU yang melindungi mereka, dan solusinya adalah sinergi.“ungkap Shri Gusti Wedakarna.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *