Categories BudayaHinduSatyagraha

SHRI ARYA WEDAKARNA BERHARAP TRAH KSATRIA TAMAN BALI MAMPU MENJADI TELADAN

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Meninjau Pemasangan Papan Nama Ukir Untuk Pura Narmada di Taman Bali

SENATOR PUNIA PAPAN PURA TAMAN NARMADA BALI RAJA TAMAN BALI

JAS MERAH ( Jangan Sesekali Melupakan Sejarah ), untaian kalimat sederhana dari Bung Karno yang masih sangat relevan bagi Indonesia kini, setidaknya hal itu ingin diteladani oleh tokoh muda Hindu Indonesia,  Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa  III saat berkunjung ke Pura Taman Narmada Bali Raja Taman Bali di Kabupaten Bangli disela sela kunjungan kerja. Kekaguman akan tempat leluhur Ksatria Taman Bali ini dilontarkan berkali kali saat Shri Arya Wedakarna Pura yang dikitari oleh mata air ( danau kecil ) yang di kenal sangat pingit dan ia berharap agar salah satu pura leluhur ini dapat dirawat untuk kepentingan Hindu yang lebih luas. “Tiang sudah beberapa kali datang dan berdoa di Pura Taman Narmada Bali Raja ini. Siapa sangka, ditengah pedesaan Taman Bali, ada pura sakral yang sangat terkait dengan sejarah Bali dimasa lalu. Leluhur Ksatria Taman Bali telah banyak melahirkan Ksatria Ksatria hebat yang mewarnai sejarah Bali Dwipa. Tiang mendukung agar infrastruktur, akses dan juga keberadaan pura ini lebih di rawat dan kita berharap Pemerintah Kabupaten Bangli bisa mengalokasikan.  Keberadaan danau kecil ini juga bisa menjadikan Pura niki sebagai pusat spiritual dan meditasi. Tiang senang dengan keberadaan pura hebat ini. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Of Indonesia. Lebih lanjut ia berharap agar Trah Ksatria Taman Bali dapat memberikan teladan bagi seluruh warga di Bali, khususnya dalam kepemimpinan. “Secara pribadi, tiang sebagai Warih Ksatria Dalem Tegeh Kori dan juga Warih Tirta Harum sangat terkait dan sangat menghormati eksistensi sejarah Taman Bali. Bagi kami, leluhur memiliki keteladanan dan mampu menjadikan Bali sebagaimana saat ini. Dan kini dizaman kemerdekaan, tugas kita mengisi pembangunan dengan hal positif. Bagi kalangan Tri Wangsa, yang kebetulan dilahirkan dengan gelar gelar Ksatria maka yang paling penting adalah Sesana dan Jnana. Sekarang mampu atau tidak kita meniru kualitas leluhur yang hebat hebat. Jadi tiang berharap para warih di Bali apapun soroh dan siapapun leluhurnya, baik Bali Majapahit dan Bali Mula agar bersatu padu dalam payung Hindu Dharma. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Ia juga menambahkan bahwa tugas generasi muda kini untuk ikut melestarikan pakem – pakem agama Hindu untuk melestarikan peninggalan leluhur. Terkait dengan kaderisasi budaya leluhur saat ini, pihaknya memiliki harapan besar. “Sudah saatnya orang orang tua, penglingsir memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk mulai terlibat dalam hal apapun terkait eksistensi budaya Bali dan adat istiadat. Dalam Hindu dikenal Puri, Pura, Pusaka, Purana, Pasar, Purusa ( 6 P ) yang harus terus menerus diingatkan. Jika kaderisasi terhadap anak muda Hindu lewat Jnana tidak dijalankan, maka dipastikan kehancuran Majapahit seperti 500 Tahun lalu akan terulang kembali. Boleh saja menata pura, asal purusa dan keturunannya juga ditata khususnya lewat Jnana Marga. “ungkap Shri Gusti Wedakarna. Sebagai apresiasi dan penghormatan terhadap leluhur Taman Bali, Senator Shri Arya Wedakarna menyampaikan punia berupa Papan Ukir Prada Bertuliskan Nama Pura Taman Narmada Bali Raja Taman Bali Bangli yang kini sudah terpasang dengan megah didepan areal Pura. Sebelumnya, Shri Arya Wedakarna telah juga menyumbangkan Patung Dewi Sri ke Rural Commune Subak Guliang Taman Bali dan Papan Nama untuk Pura dan Subak. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *