Categories Budaya

I GUSTI AYU SITA WEDASTITI SIAP LEPAS MASA LAJANG DAN DIRESTUI JADI PENGANUT BUDDHA

PUTERI – I Gusti Ayu Sita Wedastiti Wedasteraputri Suyasa menjadi COVER Majalah Nasional “Kebaya” Dalam Rangka Perayaan Pawiwahan

PURI TEGEH KORI GELAR HAJATAN LEPAS PUTERI BUNGSU DI ISTANA

Penglingsir Puri Tegeh Kori, Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX akhirnya memberikan restu kepada putri bungsu I Gusti Ayu Sita Wedastiti Wedasteraputri Suyasa untuk melangsungkan pernikahan dengan Fernando Almanto. Restu ini didapat setelah Gusti Ayu Sita menghadap penglingsir Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Puri Ageng Tegeh Kori serta mendapatkan petunjuk niskala untuk hari baik  dari Ratu Bhagawan Dalem Nabe Wirakerthi dari Griya Tegeh Kori Lebah Siung Panji Buleleng. Upacara rangkaian pawiwahan akan dilaksanakan secara sakral namun sederhana yakni Upacara Tukar Cincin lan Mepamit di Merajan  Puri Tegeh Kori Badung pada (26/2), Resepsi Pelepasan Di Istana Mancawarna Tampaksiring pada ( 3/3 ) serta Resepsi Ageng dari pihak Purusa akan diadakan di Rich Prada Pecatu Ball Room pada (10/3) Demikian disampaikan oleh Humas Istana Mancawarna, Dewa Anom Kurniawan disela – sela persiapan dan gladi bersih acara di Istana Mancawarna. “Terkait yang melakukan pawiahan adalah pihak wanita, maka upacara yang diadakan bersifat madya. Namun karena kasih sayang Kakanda Ratu Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna, maka beliau berkenan untuk mengadakan upacara jamuan di Istana. Hal ini sebenarnya telah mendobrak tradisi budaya di Puri, yang biasanya pihak puri hanya mengadakan upacara tunggal saat mepamit ( memadik ) saja bagi keturunan wanita, tapi sekali lagi karena kasih sayang Abhiseka Ratu pada adinda bungsu dan atas alasan menghormati keluarga pria yang beragama Buddha, maka resepsi Istana diizinkan.”ungkap Dewa Anom. Dalam acara di Puri Tegeh Kori Badung yang akan diadakan pada hari ini ( 26/2 ), akan diadakan acara Pembacaan Kitab Suci Bhagawad Gita dan upacara Matur Piuning Mepamit di Merajan Puri dipimpin oleh  yang dilanjutkan dengan upacara tukar cincin serta seserahan oleh pihak purusa dan pradana dan akan diakhirnya dengn  jamuan makan malam ( Royal Diner ) dari keluarga inti. Menuru informasi dari Puri, pihak penglingsir juga sudah menyetujui rencana Gek Sita pindah agama menjadi penganut Buddha mengikuti keyakinan sang suami. “Pihak Puri sangat terbuka dengan pernikahan Puteri ini. Pernikahan secara Hindu dan Buddha direstui. Ini sebagai wujud dari toleransi keluarga puri. Padahal sejarah mencatat bahwa ayahnda Gek Sita yakni ( Swargi ) Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa adalah salah satu pendiri dari Parisadha Hindu Bali  dizaman Bung Karno. Kami memohon doa restu kepada seluruh masyarakat Bali atas Pawiwahan I Gusti Ayu Sita Wedastiti ini. Semoga mempelai diberikan umur panjang, keturunan yang suputra untuk agama bangsa dan negara serta menjadi teladan untuk masyarakat. “ungkap Dewa Anom. Sekilas profile dari IGA Ayu Sita Wedastiti WS, SE adalah putrid bungsu dari penglingsir Tegeh Kori Bali ( Swargi ) Shri Wedastera Suyasa dan IGA Suwitry Suyasa. Gek Sita adalah alumni SMAN 1 Denpasar dan Fakultas Ekonomi Universitas Mahendradatta dan alumni dari sejumlah program kebudayaan disejumlah negara Asia. Saat ini berusia 28 tahun dan memulai debut karir sebagai seniman di Jakarta ( Cogirl Aneka ), dan kini aktif membina sejumlah yayasan diantaranya Yayasan Teruna Teruni Bali. Gek Sita juga pengusaha muda Bali yang  terlibat dalam pendirian sejumlah brand Butik “The Royal” yang membawahi sejumlah unit yakni fashion clothing line, spa, MICE dan juga fotography studio. The Royal telah memiliki sejumlah gerai butik premium di Kuta dan Denpasar. Disamping itu ia tercatat sebagai Desainer Muda Bali dengan branding “SW”. Gek Sita juga merupakan CEO dari Royal Bali Nusa Dua Convex, Direktur Bali ASEAN Entrepreneur Center serta eksekutif di Bali International Film Festival ( BIFFest  ) dan Founder The Royal Bali Fashion Week (RBFW) dengan jaringan luas di Ibu Kota. Dibidang karir politik, Gek Sita adalah pengurus DPD PDI Perjuangan Prov Bali termuda yang  menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan iapun bersiap mewarnai peta politik di Bali di Pemilu 2019. Ia juga memiliki peran sebagai bagian dari Pembina sejumlah Museum Bung Karno di Bali yang dibangun oleh keluarga Puri Tegeh Kori. (humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *