Categories Nasional

SHRI ARYA WEDAKARNA MINTA MAHASISWA HUKUM DAN SOSPOL UNDIKSHA JADI SPESIALISASI ILMU

SEMINAR – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak, Dekan FH Undiksha, Pemkab Buleleng di Lovina Singaraja

SENATOR BUKA SEMINAR MEMUTUS MATA RANTAI EKSPLOITASI SEKSUAL

Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga anggota Komite III Bidang Anak membuka secara resmi Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Politik Univ Pendidikan Ganesha ( Undiksha ). Dengan menggandeng Komisi Nasional Perlindungan Anak ( Komnas Anak ) serta Pokja di Bali diharapkan seminar yang mengambil tema Memutus Mata Rantai Eksploitasi Seksual Komersial Anak Indonesia ini mampu menegaskan kembali dukungan dan komitmen Bali terkait dengan perlindungan anak para predator baik dosmetik dan juga berkedok turis. Demikian disampaikan oleh Senator RI Arya Wedakarna saat memberi sambutan di Lovina Singaraja. Tampak hadir Aris Merdeka Sirait ( Ketua Komnas Anak ), Prof. Dr. Sukadi M.Pd M.Ed ( Dekan Fakultas Hukum Sospol Undiksha ), Ida Ayu Alit Rahmadewi  ( Pokja Komnas Anak Bali ) dan ratusan mahasiswa Undiksha. “Bali sebagai daerah destinasi wisata dunia adalah surganya para pedofil. Saya Cluster bahwa daerah di Badung, Buleleng, Karangasem perlu waspada terkait dengan maraknya pelecehan seksual anak berkedok pariwisata. Begitu juga kasus pembunuhan Angeline yang sangat menyita perhatian dunia internasional dan saya harap ini menjadi perhatian kita agar tidak ada lagi kasus kasus pelecehan dan komersialisasi anak di Bali. Dan kerjasama Komnas Anak, Pokjal, Dinas terkait di Provinsi dan Kabupaten sangat penting untuk terus dilakukan. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Iapun juga menyampaikan harapannya, agar kedepan para calon sarja Undiksha khususnya di Fakultas Hukum dan Sospol untuk bisa menyiapkan cetak biru bagi individu dalam hal jenjang karir didunia kerja. “Saya minta agar lulusan FH Undiksha segera tentukan diri kamu ingin menjadi apa dimasa depan, penentuan itu dimulai saat menyusun judul Skripsi. Kenapa ? Karna dari sana kita bisa ketahui apa minat kalian sesungguhnya. Calon sarjana Hukum  harus memilih praktisi hukum mana yang akan menjadi sasaran apakah ingin jadi Advokat, Notaris, Hakim, Jaksa, Legal Drafter, Pemilik Firma Hukum atau Konsultan Hukum ? begitu juga lulusan Sospol, mau jadi apa  kedepan ? Apa mau kerja d KPU, di Komisi Komisi, di Setjen Parlemen atau di lembaga swadyaya dan pemerintahan ? Jangan sampai Sarjana Hukum baru menentukan arah masa depannya saat Wisuda dan itu sangat terlambat. Dan saya berharap dari lulusan Undiksha ini ada Sarjana Hukum yang memang menjadi spesialisasi masalah hukum terkait perlindungan anak perempuan dan kelompok minoritas. Ketika anda menjadi spesialisasi baru cepat dikenal oleh publik. “ungkap Shri Arya Wedakarna. Terkait dengan peran Komnas Perlindungan Anak RI, pihak Komite III DPD RI Bali sangat mendukung kinerja dari Komnas Perlindungan Anak termasuk dengan keberadaan Pokja Pokja yang ada diwilayah seluruh Indonesia. “Saya memahami bahwa Komnas adalah lembaga mandiri yang sangat dijaga benar integritasnya. Untuk masuk lembaga ini perlu syarat ketat idealism tinggi. Tadi saya sudah bicara dengan Bung Aris Merdeka Sirait bahwa kedepan komnas ini harus terus dtingkatkan perhatiannya. Karena masih dalam tupoksi Kementerian Sosial RI, maka saya akan sampaikan ke Mensos dan pemerintah pusat agar ada perhatian kenaikan anggaran sekretariat Komnas Anak. Saya paham beban kerja Komnas Anak ini harus didukung oleh Negara tanpa independen lembaga ini. Saya akan suarakan di Parlemen dan semoga di 2018 dan 2019 ini akan ada perubahan signifikan. Semangat terus kepada Komnas Anak. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *