Categories HinduNasional

WEDAKARNA BAHAS COUNTER IMIGRASI, CCTV, HINGGA MINTA PERBAIKI FASILITAS PENJEMPUTAN

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama GM Airport, GIPI, ASITA, HPI, PHRI saat inspeksi ke Airport Ngurah Rai

SENATOR MINTA AIRPORT SEDIAKAN FASILITAS PELAYANAN SULINGGIH

Kini kalangan Sulinggih di Bali, akan mendapatkan fasilitas pelayanan dari airport Ngurah Rai, yakni pelayanan check in, tempat duduk khusus bagi Sulinggih dan juga penekanan wawasan tata krama ( sesana ) Dari petugas security terhadap para Sulinggih bahkan pihak Angkasa Pura berjanji untuk menyediakan lounge khusus untuk Ida Sulinggih dengan SDM khusus dari staf Hindu yang mengetahui tata krama. Hal ini menjadi salah satu agenda  perjuangan dari Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat mengadakan kunjungan kerja ke Airport Ngurah Rai. Disambut oleh Yanus Suprayogi ( GM Airport ) beserta jajaran, kehadiran Senator Wedakarna juga didampingi Ketut Tamba ( Ketua Komisi III DPRD Bali ), Ida Bagus Agung Partha ( Ketua Gabungan Industri Pariwisata Bali / GIPI ), Dr. Nyoman Suwidjana ( PHRI ), Kadek Darmayasa Karang ( ASITA ), I Komang Puji ( HPI ). Dalam pertemuan tersebut mengemuka sejumlah hal khususnya  terkait pelayanan fasilitas umum dan masalah ketenagakerjaan. “Saya hadir untuk memerika hasil rekomendasi DPD RI Bali pada tahun 2015 tentang perbaikan fasilitas saat beberapa waktu lalu ada kasus pidana yang melibatkan oknum imigrasi yakni pemerasan terhadap turis China. Dulu saya minta agar di counter imigrasi dibuatkan petunjuk yang ditempel dimeja counter terkait Free Of Charge dalam berbagai bahasa dan juga terkait dengan CCTV yang mengawasi kerja petugas imigrasi. Saya sudah periksa dan ternyata sudah ditindaklanjuti oleh Kemenkumham RI. Ini bagus. Begitu juga usulan agar tulisan Om Swastiastu diadakan ditiap pintu masuk dan keluar, ternyata sudah dibuatkan. Secara umum saya apresiasi. Yang kurang hanya meja counter pengawas imigrasi yang diletakkan dibelakang counter. Sistemnya sama seperti Singapura. Semua usulan saya tujuannya agar Airport Ngurah Rai bisa bebas pungli dan bersih dari oknum pelanggar hukum.”ungkap Senator Arya Wedakarna. Dalam kesempatan tersebut, Senator Wedakarna juga menyoroti sejumlah petugas Custom yang memakai pakaian tidak bernuansa Indonesia. “Teman – teman PHRI, GIPI, ASITA, HPI dan juga turis banyak yang kecewa karena Bea Cukai menampatkan SDM yang dirasa kurang cocok untuk semangat pariwisata Bali yang dijiwai oleh agama Hindu sesuai dengan Perda No.2 Tahun 2012 Tentang Kepariwisataan Budaya Bali. Saya minta tempatkanlah SDM gadis Bali yang cantik, jegeg seperti Dewi Saraswati dengan rambut terbuka khas Bali. Saya mau putra daerah lebih diprioritaskan. Sepertinya ada yang salah sama kepemimpinan Kantor Bea Cukai di Bali ini. Nanti saya akan bicara sama Dirjen dan Menteri Keuangan. Rata – rata banyak yang complain dan kita turun saat ini pas reses dan ternyata benar ada. “ungkap Senator Wedakarna. Hal lain yang diinspeksi dalam kunjungan tersebut yakni terkait 1) Persaingan transportasi online dan konvensional 2) Fasilitas tempat duduk yang kurang diarea kedatangan domestic dan internasional sehingga banyak sopir yang berserakan dilantai tempat kedatangan 3) Fasilitas bagi pemberi bunga yang selama ditempatkan diarea parkir sehingga terkesan kurang menghargai  budaya Bali 4) Laporan tentang petugas perusahaan transportasi yang berebut penumpang yang mengganggu area kedatang yang sempit. 5) Aspirasi agar AP menggeser tulisan penunjuk arah Prayer Room sehingga kesan dan nuansa Bali lebih menonjol. “Secara umum saya puas dengan kinerja Angkasa Pura I Ngurah Rai dibawah kepemimpinan Bapak Yanus Suprayogi ( GM Airport ). Beliau pekerja keras dan mau mendengar nasihat. Cuma sekarang dengan bagian Imigrasi dan Bea Cukai. Kita akan panggil nanti Kepala Imigrasi dan Kepala Bea Cukai Airport sebelum saya adakan Rapat Kerja di Jakarta. Sesuai UU MD3 bahwa setiap aspirasi masyarakat Bali harus ditindaklanjuti. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang juga lulusan Manajemen Transportasi Udaya ( MTRU ) Trisakti Jakarta ini ( humas ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *