Categories Nasional

WEDAKARNA MINTA KONI DAN CABOR SIAPKAN FAKTA INTEGRITAS DAN WAWASAN MEKANISME ANGGARAN KE ATLET

SINERGI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Gianyar, KONI Gianyar, Pelatih Kritket, Tim Atlet di Kantor Bupati Gianyar

SENATOR MEDIASI ATLET CRICKET PUTRA DI ISTANA MANCAWARNA

Ribut – ribut masalah terlambatnya dana kompensasi ( bonus ) yang disampaikan oleh sejumlah atlet Kriket Gianyar pasca pelaksanaan Porprov 2017 akhirnya dibahas oleh anggota Komite III DPD RI asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Sejumlah pertemuan pun digelar baik di Kantor Bupati Gianyar maupun di Istana Mancawarna Tampaksiring. Awalnya aksi protes sejumlah atlet khususnya putra ini mengemuka saat ada aksi pemasangan spanduk disalah satu sudut kota Gianyar yang mempertanyakan tentang dana bonus atlet Kriket yang akhirnya menjadi viral karena sudah terekam dalam sejumlah akun media sosial. Dan mengingat bahwa masalah tersebut sudah dilaporkan ke Kantor DPD RI Bali oleh masyarakat, maka sesuai amanat UU MD3, seorang anggota parlemen wajib menindaklanjuti aspirasi dengan mekanimse sidak, inspeksi atau rapat dengat pendapat ( public hearing). “Hari ini saya kumpulkan seluruh pihak yang berkentingan terhadap masalah bonus atlet Criket. Saya kecewa bahwa bahwa masalah bonus ini sebenarnya bisa diselesaikan secara diplomasi, tidak harus pasang spanduk. Ini akan mencederai nama baik Gianyar yang sudah banyak berkorban untuk menjadi tuan rumah Porprov 2017. Pihak atlet saya sesalkan karena tindakan emosional yang tidak pada tempatnya, seharusnya atlet putra tahu bahwa ada mekanisme pencairan dana hibah sesuai aturan, karena dana memakai uang rakyat APBD, belum lagi ada pengajuan perubahan anggaran karena jumlah medali emas Gianyar dari target 45 medali menjadi 53 medali. Logikanya wajar ada pengajuan di anggaran perubahan. Jadi atlet putra saya rasa tidak sabar.”ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu ia juga mendapatkan temuan bahwa adanya dugaan pelanggaran aturan. “Saya sudah mendapat penjelasan dari atlet putri dan pelatih bahwa apa yang diklaim oleh atlet putra tidak sepenuhnya benar dan juga ada dugaan penyebaran informasi bohong dan dugaan pencemaran nama baik pemerintah yang sah serta pelanggaraan UU ITE. Ini semua bisa dimasalahkan secara hukum. Dan saya minta agar atlet di Bali,dari cabor apapun agar memahami wawasan hukum dan tata keuangan daerah dengan baik. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun juga meminta KONI, Pelatih dan Pimpinan Cabor agar berusaha menunjukkan kinerja yang transparan dan menjalin komunikasi yang baik.”Saya kira masalah ini hanya komunikasi yang tersumbat. Ini harus segera diperbaiki, dan saya harap pelatih dan cabor lebih banyak mendengarkan masalah dari atlet dan menjadi jembatan. Misalkan masalah terlambatnya bonus, kan bisa dijelaskan sesuai dengan mekanisme yang ada. Dan pertanggungjawaban dana bonus, pembagian merata harus dibicarakan apa adanya, tidak bisa hanya pengurus saja. Ini anak – anak muda di Bali sudah cerdas cerdas dan kritis semua. Intinya semua mulat sarira. “ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III DPD RI Bali bidang Pemuda dan Olahraga. Usai bertemu di Kantor Bupati Gianyar, Senator Wedakarna kembali menerima audiensi pengurus Cabor, Pelatihan, Atlet Putra Cricket Gianyar di Istana Mancawarna Tampaksiring dan melakukan mediasi terakhir sehingga masalah yang muncul bisa diredam. Dalam pertemuan di Tampaksiring akhirnya dapat diketahui akar permasalahan yang ada termasuk arahan Senator terkait dengan perbaikan pelaksanaan Poprov kedepan. “Saya akan usulkan ke KONI dan Cabor di Bali, agar sebelum pelatih dan atlet ditasbihkan mewakili daerah, agar mereka menandatangani Pakta Integritas yang isinya dapat menjaga nama baik penyelenggara, pemerintah, masyarakat dan tentunya kesatuan Cabor itu sendiri. Perlu ada pasal tentang dampak Hukum Pidana dan UU ITE terhadap para atlet yang dinilai melakukan tindakan yang tidak patut, namun disatu sisi, saya minta pemerintah, KONI untuk urusan kesejahteraan atlet dan hak bonus atlet juga dimasukkan ke Pakta agar sama sama terikat. Dalam hal ini saya memahami perasaan atlet yang kecewa dan semoga diperbaiki.”ungkap Gusti Wedakarna (humas).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *