UMAT HINDU BALI WAJIB KUASAI PEREKONOMIAN DI PELABUHAN

02

DALEM MAJAPAHIT – Ida Pedanda Gede Made Gunung bersama  Abhiseka Raja Majapahit Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam kapasitas sebagai Dewan Pembina Seka Demen Bali saat acara HUT Ke-7 Seka Demen Bali.

Rakyat Bali harus eling dengan kondisi penghancuran Kerajaan Majapahit Hindu pada abad XV, yang mana salah satu caranya adalah dengan menghancurkan sistem ekonomi pasar Majapahit. Pedagang – pedagang Islam dari Gujarat dan China dengan cepat menguasai sektor – sektor ekonomi di Pelabuhan di tanah Jawa. Tidak itu saja, setelah menguasai pelabuhan, para musafir itu menguasai ekonomi Majapahit. Hal itu tidak disadari oleh para Raja Majapahit yang saat itu lebih fokus pada pembangunan rituan dan budaya. Dan akibatnya, kurang dari 1 abad, Majapahit runtuh ( Sandyakalaning Majapahit ). Demikian isi pidato sambutan Raja Majapahit Bali, Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam kapasistas sebagai Dewan Pembina Seka Demen Bali. “Berulang – ulang kali saya minta pada rakyat Bali, agar umat Hindu Bali itu eling dan eling, jangan lengah dan tetap waspada.

Masih banyak pihak asing yang ingi menyaksikan kehancuran Bali. Dan sistem ekonomi kapitalisme dan fundamentalisme sudah merasuki ke sistem ekonomi Bali. Maka kita bisa lihat, secara ekonomi Bali amat sangat tergantung pada pendatang. Jika tidak dibenahi, maka Bali akan mengalami nasib yang sama dengan Majapahit.”ungkap Ketua Umum FIMHD itu. Selain itu, ia juga meminta agar masyarakat Bali agar sesegera mungkin kuasi perekonomian di Pelabuhan baik Pelabuhan Laut, Darat, Udara. “Jangan ulangi kesalahan leluhur kita, dulu leluhur kita lengah dan kurang waspada. Umat Hindu saya minta segera kuasai ekonomi di Pelabuhan Padang Bai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Celukan Bawang, Bandar Udara Ngurah Rai, juga rencana Bandar Udara di Buleleng. Selain itu jaga stabilitas ekonomi krama Bali di terminal – terminal diseluruh Bali. Saya minta pada rakyat Bali bersatu, dorong ekonomi pengusaha pribumi  ( bumiputra ). Dengan cara seperti ini, kita bisa membantu stablitias Bali dalam bingkai NKRI. Tidak ada jalan lain, hanya lewat penguasaan ekonomi.”ungkap Presiden The Sukarno Center ini.

Ia juga menambahkan bahwa, seluruh rakyat harus bersinergi dalam mendorong ekonomi Hindu. “Bali punya kekuatan dukungan dari negara – negara besar. Citra Bali lebih harum daripada induknya, Indonesia. Ini yang kurang kita manfaatkan. Jika ada diskriminasi ekonomi terhadap Bali, maka kita berhak meminta dukungan internasional. Bali tidak sendiri.”ungak President World Hindu Youth Organization ( WHYO ) ini. Acara tersebut dihadiri oleh Ida Pedanda Gede Made Gunung, Badan Kes Bang Lin Mas Pol Prov.Bali, Drs.I Ketut Serinama ( Ketua Umum Sekaa Demen Bali), Dr.Sayoga ( Ketua NIM ) yang didampingi Drs. I Wayan Puja Duarsa ( Ketua Panitia ) dan I Wayan Sumerta ( Sekretaris Panitia ). Selain itu hadir sejumlah anggota organisasi Hindu diantaraya Gerakan Siswa Hindu Indonesia (Shindu), Teruna Teruni Bali, The Hindu Center Of Indonesia serta Putra Putri Kampus Ajeg Bali.

About admin